RELUNG.ID – Musim hujan tak hanya menimbulkan banjir di sejumlah daerah Muara Enim, tetapi mewabahnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Berdasarkan data dari Dinkes Muara Enim, setidaknya ada 96 kasus DBD dengan satu kasus meninggal dunia.
Kasus DBD ini tercatat sejak awal tahun 2024 hingga saat ini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Muara Enim, dr Eni Zatila mengatakan, kasus DBD ini mengalami peningkatan sejak bulan Desember 2023. Karena, adanya peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan.
“Karena itu, kami harap masyarakat berperan aktif untuk melakukan pembersihan lingkungan,” katanya.
Untuk pencegahan DBD ini hal yang paling penting yaitu membasmi sarang nyamuk. Terutama tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk seperti ban-ban bekas, kaleng bekas yang tergenang air, dan ember penampungan air.
Pembersihan lingkungan ini merupakan hal yang paling efektif dibandingkan mengandalkan fooging atau pengasapan. Karena, pengasapan ini biasanya hanya dilakukan di wilayah yang sudah ada temuan kasus DBD.
“Pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan menjadi kunci utama,” terangnya.
Menurut Eni, penyuluhan kepada masyarakat juga sangat penting, terutama dalam mendeteksi gejala awal DBD seperti demam tinggi yang tidak turun, trombosit yang menurun, dan adanya pendarahan dari hidung atau ruam merah di kulit.
“Apabila mengalami gejala-gejala tersebut, segera dibawa ke rumah sakit karena penanganan yang terlambat dapat berakibat fatal,” pungkasnya.

