RELUNG.ID – Google kembali membuat keputusan yang mengejutkan dengan membatalkan peluncuran sebuah aplikasi yang bahkan belum sempat dirilis ke publik.
Aplikasi tersebut adalah Google AI Studio, yang sebelumnya telah tersedia untuk pra-pemesanan di perangkat Android maupun iOS.
Meski belum resmi diluncurkan, aplikasi ini ternyata mendapat sambutan positif. Sekitar 800.000 pengguna telah melakukan pra-pemesanan melalui Google Play Store dan App Store, menunjukkan tingginya minat terhadap platform tersebut.
Namun, tim pengembang Google AI Studio memutuskan untuk mengubah arah pengembangan produk.
Dalam penjelasannya, Google menyebut pihaknya memilih “pendekatan yang sama sekali berbeda” dengan tidak lagi menghadirkan aplikasi terpisah.
Sebagai gantinya, seluruh kemampuan utama Google AI Studio akan diintegrasikan langsung ke dalam Gemini, baik pada versi perangkat seluler maupun desktop.
Dengan demikian, pengguna nantinya tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan untuk mengakses fitur-fitur tersebut.
Google AI Studio sendiri dirancang sebagai platform yang memungkinkan pengguna membangun, menguji, dan menyebarkan aplikasi kecerdasan buatan (AI) menggunakan model AI Gemini milik Google.
Karena sama-sama berada dalam ekosistem Gemini, keputusan untuk menggabungkan kedua layanan tersebut dinilai sebagai langkah yang logis.
Langkah ini juga mencerminkan upaya Google untuk menyederhanakan pengalaman pengguna dengan memusatkan berbagai kemampuan AI dalam satu platform.
Di sisi lain, keputusan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan produk di Google terkadang berjalan secara terpisah sebelum akhirnya disatukan ke dalam layanan yang lebih besar.
Bagi pengguna yang telah menantikan aplikasi Google AI Studio, Google menyarankan agar tetap memantau pembaruan pada Gemini.
Perusahaan mengindikasikan bahwa fitur-fitur yang sebelumnya direncanakan hadir di AI Studio akan segera tersedia melalui aplikasi dan layanan Gemini. (LWM)

