RELUNG.ID – Kebakaran kembali terjadi di areal perkebunan tebu PTPN VII Unit Cinta Manis, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Kebakaran terjadi di Rayon 1 pada Sabtu (8/8/2026).
Asisten Administrasi dan Umum PT Buma Cima Nusantara Unit Cinta Manis Ogan Ilir, Abdul Latif, membenarkan kejadian tersebut. Namun, pihak perusahaan masih melakukan pengecekan untuk memastikan luas lahan yang terdampak.
“Iya benar ada terjadi kebakaran di lahan PTPN VII pada hari Sabtu 8 Agustus 2026, tepatnya di Rayon 1. Untuk luasnya masih dalam pengecekan,” ujar Abdul Latif saat dikonfirmasi RELUNG.ID, lewat pesan singkat, Senin (10/8/2026).
Di tengah kondisi kemarau, manajemen perusahaan mengaku telah meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi kebakaran di kawasan perkebunan.
Petugas pemadam disiagakan selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Kesiapan tersebut didukung berbagai peralatan pemadaman, mulai dari mobil pemadam hingga knapsack.
“Setiap afdeling juga disiagakan sekitar dua hingga tiga unit kendaraan pemadam,” katanya.
Abdul Latif mengatakan pengendalian kebakaran di areal Cinta Manis memiliki sejumlah tantangan. Selain luasnya kawasan perkebunan, akses menuju lokasi relatif terbuka karena dapat dilalui masyarakat umum.
Kondisi tersebut diperparah dengan keberadaan daun tebu kering yang mudah terbakar dan berpotensi mempercepat penjalaran api.
“Lahan sangat luas dan akses terbuka untuk masyarakat umum serta daun tebu yang sangat mudah terbakar. Ini yang menjadi tantangan kami untuk mencegah tidak terjadinya kebakaran,” ujarnya.
Untuk memperketat pengawasan, manajemen juga melibatkan aparat keamanan.
“Sebanyak 10 personel Brigif dan lima personel Polri turut dilibatkan untuk membantu pengawasan dan mencegah terjadinya kebakaran di kawasan Cinta Manis,” kata Abdul Latif.
Manajemen PT Buma Cima Nusantara menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap pihak yang sengaja melakukan pembakaran di areal perkebunan Cinta Manis.
Menurut Abdul Latif, kebakaran dapat menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan, terutama apabila tanaman tebu yang belum memasuki masa panen ikut terbakar.
“Manajemen sama sekali tidak mentoleransi kepada oknum yang melakukan pembakaran di areal Cinta Manis karena bila terjadi kebakaran ini sangat merugikan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, dampak kebakaran tidak hanya berpengaruh terhadap jumlah produksi, tetapi juga kualitas tebu.
Tanaman yang belum memasuki masa panen dan ikut terbakar berpotensi mengalami penurunan hasil, termasuk kadar gula yang dihasilkan.
“Selain tebu, penurunan kualitas juga ada tebu yang belum saatnya dipanen yang terbakar. Ini menyebabkan penurunan hasil, baik dari jumlah maupun kadar gulanya juga turun,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran kembali melanda lahan perkebunan tebu milik PTPN 7 Cinta Manis di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (8/8/2026).
Kobaran api membakar area tanaman tebu yang telah dipanen dan menyisakan daduk kering. Kebakaran memicu kepulan asap pekat yang terlihat dari sejumlah wilayah di Ogan Ilir, bahkan merambat hingga ruas Tol Indralaya-Prabumulih (Indraprabu) di sekitar KM 35.
Baca juga : Tiga Hari Hilang, Pencarian Bocah Dua Tahun di Lubuklinggau Libatkan ‘Orang Pintar’
Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengendara di sekitar lokasi ikut terganggu. Pengguna jalan tol diminta meningkatkan kewaspadaan karena asap dapat mengurangi visibilitas, terutama ketika melintas di dekat titik kebakaran.
Warga Indralaya, Rizal Effendi, mengatakan kepulan asap terlihat cukup jelas dari sejumlah wilayah.
“Jelas mengganggu sekali, apalagi lokasi kebun yang terbakar berdekatan dengan jalan tol. Pengendara harus ekstra waspada karena membuat jarak pandang terbatas,” katanya.
Menurut Rizal, kebakaran di kawasan perkebunan tebu tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut kejadian serupa juga terjadi beberapa hari sebelumnya.
“Kejadian ini bukan sekali. Setahu saya Senin lalu (3/8) juga terbakar di area perkebunan dan menimbulkan kepulan asap yang cukup besar. Memang di musim kemarau ini sering terjadi kebakaran, terutama di area kebun tebu,” ujarnya.[THQ]

