RELUNG.ID – Perjuangan melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kini memasuki fase yang semakin sulit.
Di tengah puluhan titik kebakaran yang tersebar di sejumlah kabupaten, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin, menjadi lokasi dengan tantangan terberat karena api diperkirakan telah melahap sekitar 115 hektare lahan, sementara pasokan air untuk pemadaman mulai menipis.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan fokus utama operasi pemadaman saat ini diarahkan ke tiga wilayah prioritas, yakni Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Medak di Musi Banyuasin, dan Gelumbang di Muara Enim.
Muara Medak menjadi perhatian khusus karena tim Manggala Agni telah bertahan di lokasi selama delapan hari untuk memadamkan api yang terus membakar lahan.
“Muara Medak estimasi awal sekitar 115 hektare. Tim Manggala Agni sudah berada di lokasi hari ke delapan,” kata Ferdian, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, operasi pemadaman di kawasan tersebut menghadapi kendala besar akibat sumber air yang semakin terbatas. Kondisi itu membuat satgas tidak leluasa menambah personel maupun memperluas area pemadaman.
“Kendala saat ini ketersediaan air makin minim sehingga kami tidak leluasa menambah pasukan lagi. Satgas sedang mengupayakan alat berat,” ujarnya.
Selain Muara Medak, wilayah OKI juga menjadi konsentrasi pemadaman. Kebakaran di Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, dan Tanjung Lubuk diperkirakan berada di area sekitar 4 hingga 5 hektare per lokasi.
Ferdian mengatakan strategi yang diterapkan adalah memadamkan api sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
“Kerja tim darat didukung bantuan water bombing dari satgas udara agar api tidak meluas,” katanya.
Sementara di Ogan Ilir, kemunculan titik api masih terjadi hampir setiap hari, terutama pada siang hingga malam. Namun, sebagian besar kebakaran di wilayah tersebut masih dapat dikendalikan dalam hitungan jam.
“Untuk memperkuat penanganan, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera menggeser satu regu dari Daops Sarolangun, Jambi, ke Posko Lapangan Semambu, Ogan Ilir. Penambahan personel dilakukan sambil menunggu pergantian tim dari Jambi,”kata dia.
Untuk diketahui, berdasarkan pembaruan penanganan karhutla per 19 Agustus 2026, terdapat 12 lokasi kebakaran di Sumatera Selatan.
Sebanyak enam lokasi telah berhasil dipadamkan, yakni di Pangkalan Balai (Banyuasin), Sukarami, Sungai Rambutan dan Pegayut (Ogan Ilir), Merapi Barat (Lahat), serta Pampangan (OKI).
Sementara enam lokasi lainnya masih dalam proses pemadaman, meliputi Desa Lorok di Ogan Ilir, Teluk Limau di Muara Enim, Muara Medak di Musi Banyuasin, serta Tulung Selapan Ilir, Pangkalan Lampam, dan Kota Bumi di Kabupaten OKI.
Ferdian menegaskan seluruh operasi dilakukan secara terpadu melalui patroli darat dan udara, dengan prioritas mencegah api membesar di wilayah yang masih bisa dikendalikan.
“Target kami adalah memadamkan api secepat mungkin sebelum meluas, terutama di lokasi-lokasi prioritas,” katanya. (THQ)

