RELUNG.ID – Sebanyak 26 kerabat Kerajaan Jembal, Kelantan, Malaysia, berkunjung ke Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam, Jalan Sultan Muhammad Mansyur, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Jumat (21/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kekerabatan, sekaligus menggali kembali kedekatan sejarah, adat, dan budaya antara masyarakat Palembang dan Kelantan yang disebut memiliki akar rumpun Melayu yang sama.
Rombongan diterima langsung Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja, bersama sejumlah kerabat Kesultanan Palembang Darussalam.
Raja Jembal Kelantan, Malaysia, Raja Sulaiman, mengatakan kunjungan ke Palembang khususnya Kesultanan Palembang Darussalam dilakukan untuk mempererat hubungan antara keturunan Kerajaan Jembal di Kelantan dengan Kesultanan Palembang Darussalam.
Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda mereka selama berada di Palembang.
“Ini sudah hari kedua kami di Palembang. Kemarin kami di Kantor Wali Kota Palembang dan besok kami bersilaturahmi dengan Badan Musyawarah Minangkabau Sumsel. Kami lima di sini, tanggal 24 Agustus akan pulang,” ujarnya.
Dalam pertemuan dengan SMB IV, Raja Sulaiman mengaku banyak membahas sejarah, adat, dan budaya kedua wilayah.
Ia tertarik dengan penjelasan mengenai upaya menghidupkan kembali adat dan budaya Kesultanan Palembang Darussalam pada 3 Maret 2003 yang disebut memiliki keterkaitan dengan leluhur Sultan Mahmud Badaruddin II.
“Saya tertarik apabila YM Sultan Palembang Darussalam menyebut 3 Maret 2003 ada usaha dari leluhur Sultan Mahmud Badaruddin II untuk menghidupkan balik budaya dan adat. Tidak ada kaitannya dengan politik, hanya bicara budaya dan adat,” katanya.
Raja Sulaiman menilai adat dan budaya perlu ditempatkan sebagai jembatan hubungan antarmasyarakat serumpun tanpa dicampuradukkan dengan kepentingan politik maupun persoalan dasar negara.
Ia mengatakan pihaknya berencana melakukan kajian lebih lanjut mengenai hubungan sejarah tersebut.
“Insya Allah kami akan membuat kajian dan sekarang kami sedang mempersiapkan buku sejarah. Jika siap nanti bukunya kami antar ke sini,” ujarnya.
Raja Sulaiman juga melihat adanya sejumlah kemiripan antara Palembang dan Kota Bharu, Kelantan, terutama dari sisi budaya dan bahasa.
Menurutnya, karakter budaya kedua daerah memiliki kedekatan karena sama-sama berada dalam lingkungan rumpun Melayu.
“Kalau budaya Palembang dan Kelantan hampir sama. Kalau percakapannya hampir sama, ada huruf ‘oo’ di belakangnya,” katanya.
Ia berharap kemiripan tersebut dapat menjadi modal untuk memperkuat hubungan antara masyarakat Palembang dan Kelantan, terutama dalam bidang adat dan budaya.
Sementara itu, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama, RM Fauwaz Diradja mengatakan, pihaknya menyambut baik kedatangan 26 zuriat atau keturunan Kerajaan Jembal Kelantan.
Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar pertemuan antarkeluarga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarketurunan dari rumpun yang memiliki kedekatan sejarah dan budaya.
“Hari ini kita kedatangan 26 orang zuriat Kerajaan Jembal Kelantan, Malaysia. Mereka ingin bersilaturahmi dan juga ingin mengikat kekerabatan karena kita satu rumpun,” kata SMB IV.
Ia berharap hubungan tersebut dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan adat dan budaya di kedua wilayah.
SMB IV menyebut pihak Kesultanan Palembang Darussalam berpeluang diundang untuk mengikuti kegiatan adat dan budaya Palembang yang akan digelar di Kelantan.
“Kedepan, zuriat Kerajaan Jembal Kelantan, Malaysia akan mengundang pihak kita untuk ikut kegiatan adat dan budaya Palembang di Kelantan,” ujarnya.
Ia berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat hubungan budaya antara Palembang dan Kelantan.
“Secepatnya, mudah-mudahan segera terealisasi,” tutupnya. (DSK)

