RELUNG.ID– Sosok pengemudi ojek online (ojol) perempuan yang mengamuk karena koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, langsung pulang setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026), menjadi sorotan.
Dalam video yang beredar di media sosial, perempuan tersebut mengaku kecewa karena merasa warga Jakarta dan para driver ojol telah membantu massa AMPB selama berada di Jakarta.
Ia bahkan menuding Botok telah menerima sesuatu setelah melakukan audiensi dengan pimpinan DPR RI terkait RUU Perampasan Aset.
“Saudaraku Pati, kami warga Jakarta merasa dibera*** sama kalian. Kalian main pulang saja sesudah dari dalam. Kalian sudah cair, kalian pulang, bagaimana nasib rekan-rekan saya yang sudah membekingi Anda pada saat Anda diciduk oleh aparat,” ujar perempuan tersebut dalam video yang beredar.
Ia juga mengaku tidak terima karena massa AMPB langsung meninggalkan Jakarta setelah audiensi dengan pimpinan DPR RI.
“Kalian kalau mau buang sampah jangan di Jakarta, silakan ke Pati. Kalau kalian datang lagi 15 Desember, disahkan RUU itu, jangan pernah nginjek lagi Jakarta,” katanya.
Dua driver ojol lainnya dalam video tersebut turut menyampaikan kekecewaan.
“Kami akan usir dengan ojol semua,” ujar salah satu driver.
“Kita akan boikot Pati. Kami kecewa,” sambung lainnya.
Setelah video tersebut viral, identitas perempuan yang mengaku sebagai driver ojol itu ramai diperbincangkan di media sosial.
Sejumlah akun media sosial menyebut perempuan tersebut bernama Melva Maria Rosa Pardede. Namun, informasi mengenai identitas dan profesinya tersebut belum terkonfirmasi secara independen.
Dalam salah satu unggahan di media sosial, Melva disebut berprofesi sebagai guru. Sementara itu, terdapat pula klaim dari pengguna media sosial lain yang menyebut perempuan tersebut bukan pengemudi ojol.
Informasi tersebut hingga kini masih berupa klaim di media sosial dan belum mendapat konfirmasi langsung dari Melva.
Sejumlah akun yang diduga berkaitan dengan Melva juga menjadi sorotan warganet.
Salah satunya akun Instagram @melvarosapardede1970 yang diketahui memiliki unggahan mengenai sejumlah persoalan yang terjadi di Jakarta.
Dalam salah satu unggahan, pemilik akun tersebut mengeluhkan pemberlakuan tilang elektronik setelah dirinya mendapat surat tilang karena disebut melakukan pelanggaran lalu lintas.
Pemilik akun juga mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait persoalan tersebut.
Dalam unggahan lainnya, pemilik akun menyatakan lebih menyukai gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi bahwa akun tersebut benar-benar milik perempuan yang tampil dalam video viral tersebut.
Sementara itu, Supriyono alias Botok telah memberikan penjelasan mengenai keputusan dirinya membawa massa AMPB kembali ke Pati setelah melakukan audiensi dengan pimpinan DPR RI.
Melalui akun Facebook-nya, Botok mengatakan massa AMPB memilih meninggalkan Jakarta karena situasi di sekitar lokasi demonstrasi dinilai sudah tidak kondusif.
Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama kedatangan massa AMPB ke Jakarta adalah menyampaikan aspirasi sekaligus berdiskusi dengan pimpinan DPR RI mengenai pengesahan RUU Perampasan Aset.
Menurut Botok, agenda tersebut telah terlaksana sehingga massa kemudian ditarik kembali ke Pati.
Ia juga membantah bahwa aksi AMPB sejak awal bertujuan membuat kerusuhan.
“Terima kasih kawan2 ojol, masyarakat Jabodetabek dan seluruh rakyat Indonesia atas dukungan dalam aksi damai 27 Agustus di depan DPR RI. Mohon maaf kami terpaksa menarik mundur massa Pati dari depan gedung DPR RI karena situasi tidak kondusif,” tulis Botok.
Botok mengatakan AMPB datang ke Jakarta untuk mengawal aspirasi masyarakat dengan cara damai.
Ia mengaku tidak ingin massa AMPB terlibat dalam kerusuhan yang dapat mencoreng nama Pati.
“Sejak awal AMPB datang ke Jakarta tidak ada niatan untuk membuat kerusuhan tapi kami datang ke Jakarta mengawal aspirasi rakyat Indonesia dengan cara damai, santun dan sopan,” ujarnya.
Botok juga menyampaikan terima kasih kepada para driver ojol dan masyarakat Jabodetabek yang telah membantu massa AMPB selama berada di Jakarta.
Menurutnya, sambutan masyarakat selama berada di Jakarta menjadi pengalaman yang berkesan.
“Terima kasih banyak atas dukungan kebaikan abang ojol, masyarakat Jabodetabek dan seluruh warga Indonesia. Ini menjadi kenangan terindah di hari kemerdekaan Indonesia yang ke-81,” tulisnya.
Terkait tudingan adanya penerimaan uang setelah audiensi dengan pimpinan DPR RI, pihak AMPB sebelumnya meminta pihak yang menuduh menunjukkan bukti. Botok juga menegaskan bahwa gerakan mereka berfokus pada tuntutan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan.[YKP]

