RELUNG.ID – Grup Volkswagen tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran untuk memangkas biaya dan menyederhanakan bisnisnya.
Langkah tersebut tidak hanya mencakup pengurangan tenaga kerja dan jumlah model kendaraan, tetapi juga membuka kemungkinan pelepasan sejumlah lini bisnis yang dinilai tidak strategis.
Volkswagen sebelumnya berencana memangkas sekitar 50.000 lapangan kerja serta mengurangi jajaran model kendaraannya hingga 50 persen sebagai bagian dari upaya efisiensi.
Produsen otomotif asal Jerman itu juga tengah melakukan evaluasi terhadap berbagai lini bisnis dan kepemilikan sahamnya. Pekan lalu, Volkswagen menyatakan sekitar sepertiga dari “kegiatan non-strategis” perusahaan akan “dilepas atau diselaraskan kembali”.
Langkah tersebut dilakukan agar Volkswagen dapat lebih fokus pada perusahaan-perusahaan yang memberikan “kontribusi strategis dan finansial yang jelas terhadap bisnis inti”.
Salah satu merek yang kini masuk dalam proses evaluasi adalah Ducati. Mengutip Bloomberg, merek sepeda motor asal Italia tersebut berpotensi dilepas oleh Volkswagen sebagai bagian dari restrukturisasi grup.
CEO Audi, Gernot Döllner, mengonfirmasi bahwa Ducati menjadi bagian dari proses evaluasi. Kepada Bloomberg, Döllner mengatakan pihaknya perlu membahas masa depan Ducati sebagai bagian dari “proses evaluasi”. Namun, ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan yang diambil terkait masa depan merek tersebut.
Ducati didirikan pada 1926 dan menjadi bagian dari Volkswagen Group pada 2012. Merek tersebut resmi masuk sebagai merek ke-11 dalam portofolio Volkswagen Group pada 19 Juli 2012 melalui Audi.
Pada tahun lalu, Ducati mencatat pengiriman global sebanyak 50.895 unit sepeda motor. Angka tersebut turun 7 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Model Multistrada menjadi penyumbang penjualan terbesar dengan 13.873 unit. Selanjutnya, lini Panigale mencatat penjualan 10.606 unit, sedangkan Scrambler terjual sebanyak 5.814 unit.
Bloomberg memperkirakan nilai Ducati dapat mencapai sekitar 1,25 miliar euro atau sekitar 1,45 miliar dolar AS. Nilai tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan laba operasional Ducati yang hanya mencapai 52 juta euro pada tahun lalu.
Laba operasional tersebut mengalami penurunan 42,8 persen. Ducati menyebut nilai tukar yang tidak menguntungkan serta dampak tarif yang diberlakukan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi kinerja perusahaan.
Di sisi lain, Döllner juga mengungkapkan bahwa Audi masih mempertimbangkan rencana memindahkan sebagian produksi kendaraannya ke Amerika Serikat. Produksi tersebut dapat dilakukan di pabrik baru Scout di Blythewood, Carolina Selatan, maupun fasilitas Volkswagen di Chattanooga, Tennessee.
Döllner mengatakan Audi perlu mempertimbangkan untuk memproduksi “setidaknya sebagian” kendaraan jenis SUV di Amerika Serikat.
Hingga kini, belum ada keputusan final mengenai rencana tersebut. Audi sendiri belum memproduksi kendaraan di Amerika Serikat, sehingga harus menghadapi dampak tarif impor yang lebih besar dibandingkan sejumlah pesaingnya.
Kondisi tersebut berbeda dengan BMW dan Mercedes-Benz yang telah memiliki fasilitas produksi SUV berskala besar di Amerika Serikat. BMW memproduksi SUV di Spartanburg, Carolina Selatan, sementara Mercedes-Benz memiliki fasilitas produksi di Tuscaloosa, Alabama. (LWM)

