RELUNG.ID – Di tengah tekanan keuangan global, BMW Group terus memperkuat komitmennya terhadap elektrifikasi sebagai strategi utama.
Meskipun berhasil mempertahankan angka penjualan dengan lebih dari 1,2 juta unit kendaraan terjual pada paruh pertama tahun 2025, namun laba perusahaan justru mengalami penurunan signifikan.
BMW melaporkan laba sebelum pajak sebesar €5,7 miliar, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ini disebabkan oleh kombinasi faktor, termasuk fluktuasi nilai tukar mata uang, melambatnya pasar otomotif di Tiongkok, serta dampak kebijakan perdagangan global yang semakin ketat.
Di tengah tekanan tersebut, kendaraan listrik menjadi titik terang bagi BMW. Selama enam bulan pertama tahun ini, lebih dari 25 persen dari total pengiriman kendaraan BMW adalah mobil listrik, baik model Battery Electric Vehicle (BEV) maupun Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Jumlahnya mencapai 319.031 unit, naik 6,5 persen dibandingkan tahun lalu.
Pasar Eropa menunjukkan antusiasme paling tinggi, dengan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik BMW melonjak 34,8 persen.
Capaian ini turut mengantarkan perusahaan melewati tonggak penting: 1,5 juta kendaraan listrik penuh telah dikirimkan sejak debut BMW i3 pada 2013. (LWM)

