RELUNG.ID – Gerak cepat Satuan Tugas (Satgas) Darat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mulai menunjukkan hasil signifikan.
Dalam satu hari, tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran di lahan yang luasnya hampir mencapai 280 hektare.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator efektivitas operasi darat di tengah penanganan karhutla yang masih menghadapi tantangan cuaca.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengapresiasi kinerja Satgas Darat Sumsel yang dinilai mampu menekan kebakaran secara langsung di lapangan.
Menurut Suharyanto, keberhasilan memadamkan hampir 280 hektare dalam sehari harus menjadi pemacu agar kekuatan Satgas Darat tidak mengendur. Operasi pemadaman perlu terus dilakukan hingga kondisi cuaca benar-benar kembali mendukung dengan turunnya hujan alami.
“Mudah-mudahan ini bisa ditiru oleh provinsi lain. Dan Provinsi Sumatera Selatan setelah mendapat 280 hektare jangan kendor, terus maju sampai dengan nanti hujan alami turun di awal November 2026,” ujar Suharyanto di Palembang, Selasa (15/9/2026).
Penguatan operasi darat dinilai semakin penting karena upaya penanganan dari udara masih memiliki keterbatasan. Operasi modifikasi cuaca (OMC) belum dapat dilakukan secara optimal ketika pertumbuhan awan hujan minim, sedangkan helikopter water bombing tidak selalu mampu menjangkau seluruh area terbakar.
Karena itu, BNPB menyiapkan dukungan peralatan untuk memperkuat regu-regu pemadam di daerah yang membutuhkan tambahan kekuatan. Pola regu yang diarahkan Menteri Kehutanan terdiri atas 15 personel dengan dukungan peralatan yang memadai.
“Setelah ini kabupaten/kota, para Dandim, para Kapolres, di bawah arahan Pak Danrem, Pak Kapolda juga ada mengarahkan Brimob tadi di Muara Enim. Ini segera dibentuk regu-regu itu dan kebutuhan peralatannya kami akan penuhi,” katanya.
Suharyanto menyebut penguatan tersebut telah dibahas melalui rapat koordinasi bersama unsur terkait. Personel dari berbagai unsur akan digerakkan untuk menambah kekuatan operasi di wilayah yang masih membutuhkan penanganan.
“BNPB mencatat sebanyak 58 helikopter telah dikerahkan untuk penanganan karhutla di berbagai wilayah Indonesia. Namun, dengan keterbatasan operasi udara, keberadaan pasukan darat tetap menjadi ujung tombak untuk melakukan pemadaman langsung,”kata dia.
Selain pemadaman, pemerintah juga terus berupaya mengantisipasi dampak asap terhadap masyarakat. Kementerian Kesehatan memberikan pendampingan kepada warga terdampak, termasuk melalui bantuan masker. (THQ)

