Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Menhut Raja Juli Tegur Korporasi Nakal di Sumsel: Jangan Bakar Lahan Demi Cara Murah
Regional

Menhut Raja Juli Tegur Korporasi Nakal di Sumsel: Jangan Bakar Lahan Demi Cara Murah

alwiBy alwi16/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Menhut, Raja Juli Antoni. (Thoriq/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat dan korporasi di Sumatera Selatan agar tidak lagi menggunakan api untuk membuka atau membersihkan lahan.

Praktik land clearing dengan cara membakar dinilai berisiko memperluas karhutla sekaligus mengancam kesehatan masyarakat.

Baca juga :   Diduga Sakit, Tukang Servis Elektronik di Lubuklinggau Ditemukan Tewas

Peringatan itu disampaikan Raja Juli di tengah musim kemarau yang masih menyimpan potensi kerawanan karhutla di Sumsel.

Ia menyoroti masih adanya pihak yang memilih metode pembukaan lahan dengan alasan lebih murah, meski risikonya jauh lebih besar ketika api tidak terkendali.

“Ini kami sampaikan kepada para petani, pada masyarakat biasa, maupun korporasi. Korporasi yang masih nakal yang masih menggunakan cara-cara lama, cara-cara yang dianggap murah untuk melakukan land clearing, tapi memiliki risiko besar terhadap kesehatan masyarakat,” ujar Raja Juli di Palembang, Selasa (15/9/2026).

Baca juga :   Pasca kebakaran di Pasar Inpres Muara Enim, pedagang Kumpulkan Sisa-sisa Pakaian yang terbakar

Menurut Raja Juli, ancaman karhutla belum dapat dianggap selesai. Berdasarkan prediksi cuaca, kondisi rawan diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Oktober atau November 2026.

Artinya, pemerintah dan masyarakat masih memiliki waktu panjang untuk mencegah munculnya kebakaran baru sebelum hujan alami kembali turun. Karena itu, kedisiplinan menjadi salah satu kunci selain kesiapan personel dan peralatan pemadaman.

“Kita butuh kedisiplinan untuk tidak membuka lahan, membuka kebun dengan cara membakar. Ini kami sampaikan kepada para petani, kepada masyarakat biasa, maupun korporasi,” tegasnya.

Baca juga :   Titik Panas Melejit, Sumsel Siaga Hadapi Puncak Kemarau Juli–Agustus 2025

Raja Juli memastikan pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi karhutla. Namun, menurutnya, upaya pemerintah akan sulit maksimal jika masih ada pihak yang justru memicu munculnya titik api melalui pembukaan lahan dengan pembakaran.

“Pesan kami kepada seluruh masyarakat Sumatera Selatan, yakinlah bahwa pemerintah terus bekerja dengan sungguh-sungguh, dengan kolaboratif dan sinergis untuk melindungi masyarakat dari karhutla,” tegasnya. (THQ)

Karhutla Korporasi Menhut Raja Juli
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHerman Deru Beri Pesan Singkat ke Menkeu Baru: Pikirkan Daerah
Next Article Dinilai Tidak Variatif dan Bau Tidak Sedap, Ratusan Murid SDN 166 OKU Kompak Tolak MBG
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,877 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,749 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,723 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?