RELUNG.ID- Direktur Utama PT Djarum Victor Rachmat Hartono kembali menjadi sorotan setelah kabar mengenai dugaan pemeriksaan lanjutan terkait perkara dugaan korupsi pembayaran pajak periode 2016-2020 beredar di media sosial.
Kabar tersebut salah satunya muncul melalui unggahan akun Instagram @Kaltimfolks. Dalam unggahan itu disebutkan Victor bakal kembali diperiksa terkait perkara perpajakan yang tengah ditangani Kejaksaan Agung.
Informasi tersebut kemudian memancing beragam reaksi warganet. Kolom komentar unggahan tersebut dipenuhi tanggapan yang tidak hanya membahas perkara pajak, tetapi juga mengaitkannya dengan kabar lain mengenai dugaan rencana akuisisi saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) oleh pengusaha Haji Isam.
Kait-mengait dua isu tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial, meski hingga kini belum ada keterangan resmi yang menghubungkan perkara pajak dengan rencana perubahan kepemilikan saham BCA.
Dalam perkara pajak, Kejagung sebelumnya memang sempat mencegah Victor bepergian ke luar negeri. Pencegahan dilakukan dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi berupa upaya memperkecil kewajiban pembayaran pajak perusahaan atau wajib pajak periode 2016-2020.
Namun, Kejagung kemudian mencabut pencegahan terhadap Victor. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna menyebut pencabutan dilakukan karena penyidik menilai Victor kooperatif dan memberikan keterangan yang dibutuhkan dalam proses penyidikan.
Saat itu, Victor juga masih berstatus sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Kejagung menyatakan pencegahan dapat kembali diberlakukan apabila diperlukan dalam proses penyidikan.
Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan praktik memperkecil kewajiban pembayaran pajak melalui kesepakatan antara oknum petugas pajak dan wajib pajak. Kejagung pada Februari 2026 menyatakan proses audit penghitungan kerugian negara oleh BPKP masih berjalan.
Di tengah proses hukum tersebut, isu lain mengenai BCA ikut menjadi perhatian warganet.
BCA diketahui merupakan bagian dari kelompok usaha yang memiliki keterkaitan dengan keluarga Hartono. Karena itu, kabar mengenai dugaan akuisisi saham BCA oleh Haji Isam kemudian dikaitkan sejumlah pengguna media sosial dengan perkembangan perkara yang melibatkan petinggi Djarum.
Sejumlah komentar bahkan menggunakan istilah seperti “intimidasi” dan “jalur intimidasi” untuk menggambarkan dugaan keterkaitan kedua isu tersebut.
“H Isam sedang membeli saham BCA,” tulis akun abaya_zahro.
“Apakah intimidasi demi ambisi Isam mengakuisisi BCA?” tulis akun choirul_yudi.
Sementara akun frans_wyp menulis komentar yang mempertanyakan proses hukum terhadap pengusaha.
“Akuisisi jalur intimidasi,” tulis akun rieza_ed.
Komentar-komentar tersebut merupakan reaksi dan opini pengguna media sosial. Belum ada bukti atau pernyataan resmi dari aparat penegak hukum maupun pihak terkait yang menyatakan bahwa proses penyidikan perkara pajak Victor berkaitan dengan rencana akuisisi saham BCA.
Begitu pula dengan kabar mengenai Haji Isam yang disebut bakal mengakuisisi saham BCA. Informasi tersebut masih beredar sebagai kabar di media sosial dan belum menjadi pengumuman resmi mengenai perubahan kepemilikan BCA. [YSF]

