Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gaji PNS Bakal Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih, Menkop Ferry: Anggaran Sudah Diajukan ke Kemenkeu

15/10/2026

Suroso Isnandar Gantikan Darmawan Prasodjo Jadi Dirut Baru PLN, Ini Rekam Jejaknya

15/10/2026

Kabut Asap di Palembang Makin Pekat, Perusahaan Bakar Lahan Merajarela?

15/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Thursday, 15 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Hukum»Karhutla Muba Capai 799 Hektare, Muara Medak Masih Terbakar
Hukum

Karhutla Muba Capai 799 Hektare, Muara Medak Masih Terbakar

RiyadiBy Riyadi13/10/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Muba. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan pembaruan data Oktober 2026, tercatat 340 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 799,16 hektare.

Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen menyampaikan data tersebut saat mengikuti rapat terbatas bersama Presiden RI secara daring terkait penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Rapat berlangsung di Griya Agung, Palembang, Senin (12/10/2026).

Abdur Rohman mengatakan, Kecamatan Bayung Lencir menjadi wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) tertinggi, yakni 622 titik. Disusul Kecamatan Lais sebanyak 429 titik, Batang Hari Leko 362 titik, Tungkal Jaya 337 titik, dan Sekayu 323 titik.

Baca juga :   Gerakan Serentak DM Gubernur Sumsel, Warga Thread: Kami Capek Menghirup Asap!

Salah satu wilayah yang masih membutuhkan penanganan intensif adalah Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir. Berdasarkan pembaruan kondisi lapangan, terdapat empat lokasi yang masih menjadi titik penanganan aktif.

“Luas area terdampak di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 300 hektare dengan kondisi lahan gambut setebal 1–8 meter,” ujar Abdur Rohman.

Menurutnya, karakteristik lahan gambut menjadi tantangan dalam pemadaman karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah. Kondisi ini membuat proses pemadaman dan pendinginan harus dilakukan secara berkelanjutan.

Baca juga :   Polda Sumsel Tingkatkan 200 Personel untuk Penanganan Karhutla

Penanganan karhutla dilakukan melalui kerja sama lintas sektor dengan melibatkan BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, Manggala Agni, masyarakat peduli api (MPA), serta unsur perusahaan.

Tim gabungan juga disebar ke sejumlah lokasi agar penanganan lebih efektif. Sementara itu, Posko Induk Sekayu dan 14 posko kecamatan difungsikan untuk memperkuat koordinasi penanggulangan karhutla di Muba.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, wilayahnya masih menjadi perhatian dalam penanganan karhutla, terutama karena asap yang belum sepenuhnya teratasi.

Baca juga :   Sengaja Bakar Lahan Seluas 1,5 Hektare, Empat Warga Musi Rawas Ditangkap

Menurut Deru, luas lahan yang masih terbakar di Sumsel saat ini tersisa sekitar 6,9 hektare, terutama di Muara Medak, Muba, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

“Saat ini asap dari karhutla yang masih sulit diatasi, namun untuk karhutla di Sumsel tinggal 6,9 hektare lagi, yakni di Muara Medak Muba dan OKI,” katanya.

Deru menambahkan, Pemprov Sumsel akan memaksimalkan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait rencana penerapan teknologi dry ice untuk menekan asap akibat karhutla.

Baca juga :   Terjebak Lumpur, Pencuri Ini Gagal Bawa Kabur Empat Sapi Sekaligus

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan, penanganan karhutla terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang tersedia.

Operasi pemadaman di Sumsel dan Kalimantan Tengah saat ini masih mengandalkan upaya darat. Rendahnya jarak pandang dalam beberapa hari terakhir membatasi pelaksanaan pemadaman melalui udara atau water bombing.

Meski demikian, BNPB terus mengoptimalkan berbagai langkah, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Berdasarkan informasi BMKG mulai 11 Oktober 2026, terdapat pertumbuhan awan hujan yang berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung operasi tersebut.

Baca juga :   Sempat Terkendala Akses ke Titik Api, Karhutla di Puncak Bukit Sulap Lubuklinggau Berhasil Dipadamkan

“Seluruh upaya akan terus kita maksimalkan. Penanganan karhutla dilakukan dengan mengerahkan segala kemampuan hingga datangnya musim hujan alami,” ujar Suharyanto.

BNPB memprediksi musim hujan alami di Kalimantan Tengah mulai berlangsung pada dasarian II Oktober, yakni 11–20 Oktober 2026. Sementara itu, Sumsel diperkirakan memasuki musim hujan pada dasarian III Oktober, atau 21–30 Oktober 2026.

Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Muba turut didampingi Dandim 0401 Muba Letkol Inf Dimas Kurniawan, Wakapolres Muba Kompol Helmi Ardiansah, serta Kepala BPBD Muba Marko Susanto.[YKP]

Karhutla Muara Medak Terbakar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBunuh Pedagang Pisang Molen, Kakak Adik di Lubuklinggau Terancam Hukuman Mati
Next Article Kabut Asap Mencekik Sumsel, Tiga Wilayah Berstatus Berbahaya
Riyadi

Related Posts

Regional

Kabut Asap di Palembang Makin Pekat, Perusahaan Bakar Lahan Merajarela?

15/10/20262 Views
Hukum

Kapolda Sumsel Tegaskan Perang terhadap Premanisme, 1.238 Orang Diamankan

14/10/20265 Views
Regional

Lahan Terbakar Sudah Rata, Manggala Agni Curigai Pembukaan Kebun di OKI

14/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,411 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202429,264 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202523,234 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,360 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?