RELUNG.ID– Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mencekik Sumatera Selatan (Sumsel). Pada Selasa (13/10/2026) pagi, kualitas udara di tiga wilayah, yakni Palembang, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Prabumulih, masuk kategori Berbahaya.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup pukul 06.00 WIB, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di PALI mencapai 516 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, konsentrasi PM10 menembus 905 mikrogram per meter kubik.
Kondisi serupa terjadi di Palembang. Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 442 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM10 mencapai 793 mikrogram per meter kubik.
Adapun Kota Prabumulih mencatat nilai ISPU 306, yang juga masuk kategori Berbahaya.
Tingginya konsentrasi partikel pencemar tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Selain tiga wilayah tersebut, kualitas udara di sejumlah daerah Sumsel juga belum sepenuhnya membaik.
Kabupaten Musi Rawas mencatat ISPU 291 atau kategori Sangat Tidak Sehat. Ogan Ilir juga masuk kategori Sangat Tidak Sehat, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 217 mikrogram per meter kubik.
Sementara itu, Musi Banyuasin mencatat ISPU 156 dan Lahat 119, yang masuk kategori Tidak Sehat. Adapun Muara Enim berada pada kategori Sedang dengan nilai ISPU 69.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyebut tingginya pencemaran udara diduga kuat dipicu kebakaran hutan dan lahan di sekitar Palembang. Hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir dinilai membantu memperbaiki kualitas udara, meskipun sejumlah wilayah masih mengalami pencemaran tinggi.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, menggunakan masker saat beraktivitas di luar, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami gangguan pernapasan.
Di tengah kondisi kabut asap dan kekeringan yang masih berdampak pada masyarakat, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan permohonan maaf kepada warga.
Permintaan maaf tersebut disampaikan pada Senin (12/10/2026). Ratu Dewa mengatakan, pemerintah memahami kesulitan yang dihadapi masyarakat, terutama warga yang mengalami gangguan kesehatan dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Atas nama Pemerintah Kota Palembang, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak kekeringan dan kabut asap, terutama warga yang mengalami gangguan kesehatan dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami memahami situasi ini tidak mudah, dan pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap kesulitan yang dirasakan masyarakat,” kata Ratu Dewa.
Ia menegaskan, perlindungan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas Pemkot Palembang dalam menghadapi situasi tersebut.
Pemkot Palembang menyiapkan distribusi air bersih ke kelurahan terdampak serta pelayanan kesehatan melalui rumah sakit negeri maupun swasta. Penambahan ruangan di RSUD Bari juga disiapkan untuk mendukung pelayanan bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkot menyiapkan enam posko rawat inap yang beroperasi selama 24 jam, posko kesehatan keliling, serta ambulans untuk menjemput warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Di tengah kabut asap yang belum sepenuhnya mereda, masyarakat diminta tetap waspada dan membatasi paparan udara tercemar. Warga yang mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan lainnya diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan.[DSK]

