Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kapolda Sumsel Tegaskan Perang terhadap Premanisme, 1.238 Orang Diamankan

14/10/2026

PLTU Banjarsari Dikabarkan Hampir Satu Bulan Berhenti Beroperasi, DPRD Lahat Siapkan Pansus, PTBA Diminta Bertanggung Jawab

14/10/2026

Detik-detik Dua Jurnalis Dikeroyok Massa Berbaju Hitam, Sempat Minta Tolong Polisi Tapi Diabaikan

14/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Thursday, 15 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Trend Asia Ungkap Biang Blackout di Indonesia, PLTU Captive dan Ekspor Batu Bara Disorot
Regional

Trend Asia Ungkap Biang Blackout di Indonesia, PLTU Captive dan Ekspor Batu Bara Disorot

alwiBy alwi14/10/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi pemadaman listrik, Foto : Pixabay
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Gelombang pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah Indonesia sepanjang 2026 menjadi sorotan Trend Asia.

Dalam riset terbarunya, organisasi tersebut menilai persoalan pemadaman listrik tidak hanya berkaitan dengan gangguan teknis, tetapi juga dipengaruhi lemahnya tata kelola pasokan batubara, tingginya ekspor, serta meningkatnya kebutuhan PLTU captive untuk industri.

Temuan itu tertuang dalam laporan bertajuk Indonesia Blackout: Mengungkap Masalah Struktural Rantai Pasok Batubara yang dirilis pada Selasa (13/10/2026).

Baca juga :   3.200 Rumah Tak Layak Huni di Palembang Jadi PR Besar Penataan Kawasan Kumuh

Trend Asia mengungkapkan, kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang mewajibkan produsen batubara memenuhi kebutuhan dalam negeri dinilai belum efektif menjamin ketersediaan pasokan bagi pembangkit listrik untuk masyarakat.

Ketika harga batubara di pasar internasional meningkat, produsen dinilai memiliki kecenderungan mengutamakan ekspor dan kebutuhan pembangkit listrik milik industri dibandingkan memenuhi kewajiban pasokan untuk pembangkit listrik publik.

Kondisi tersebut dinilai memperlihatkan kerentanan sistem ketenagalistrikan nasional yang masih bergantung pada energi fosil, terutama ketika pengawasan terhadap pemenuhan kewajiban DMO belum berjalan optimal.

Sepanjang Maret hingga Oktober 2026, pemadaman listrik dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Jawa, Sumatera, Kepulauan Riau hingga Kalimantan. Gangguan terbaru terjadi di Batam pada Senin (12/10/2026).

Baca juga :   PLN Ungkap Penyebab Blackout di Sumatera : Ada Warga Potong Pohon

Dalam laporannya, Trend Asia turut menyoroti persoalan pasokan dan menipisnya stok batubara di sejumlah pembangkit, termasuk PLTU Cilacap dan PLTU Paiton, yang disebut menjadi salah satu faktor dalam gangguan kelistrikan.

Ironisnya, di tengah persoalan pasokan energi domestik, Indonesia justru mengekspor lebih dari 231,06 juta ton batubara pada semester pertama 2026.

Trend Asia menilai ketimpangan harga antara pasar ekspor dan domestik, ditambah lemahnya penegakan sanksi terhadap perusahaan yang tidak memenuhi komitmen DMO, turut memperburuk kondisi pasokan batubara bagi pembangkit listrik.

Sejumlah produsen, termasuk Grup Sinarmas dan Jhonlin, disebut dalam laporan tersebut sebagai pihak yang dinilai mengabaikan jadwal pasokan untuk pembangkit listrik publik PLN. Kondisi ini disebut berkontribusi terhadap kritisnya stok batubara di sejumlah PLTU.

Baca juga :   Siswa SD 8 Tahun Tenggelam di Sungai Rawas, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Direktur Eksekutif WALHI Kalimantan Selatan, Raden Rafiq, mengatakan masyarakat di daerah penghasil batubara justru turut menanggung dampak dari persoalan energi tersebut.

Menurutnya, Kalimantan Selatan telah lama menghadapi dampak ekstraksi sumber daya alam, mulai dari kerusakan lingkungan hingga gangguan terhadap kehidupan masyarakat. Namun, daerah tersebut masih mengalami pemadaman listrik meskipun menjadi salah satu wilayah penghasil batubara.

“Kalimantan Selatan telah lama menanggung beban ekstraksi sumber daya alam dan menjadi objek penghisapan negara dan korporasi. Lingkungan rusak dan warganya tetap mengalami kekerasan struktural bahkan tak luput dari pemadaman listrik walaupun menjadi daerah penghasil batubara terbesar,” ujar Rafiq.

Ia menyebut pemadaman listrik yang terjadi sejak Juni hingga saat ini berlangsung secara bergilir selama 3,5 hingga enam jam sehari.

Baca juga :   Malam Ini, Aziz Blackout Meriahkan Anniversary 8arcode Palembang

Gangguan tersebut, lanjutnya, menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama akibat kerusakan peralatan elektronik seperti kulkas dan oven.

Selain ekspor, Trend Asia menyoroti pertumbuhan PLTU captive atau pembangkit listrik berbahan bakar batubara yang dibangun khusus untuk memenuhi kebutuhan energi kawasan industri.

Keberadaan pembangkit tersebut dinilai meningkatkan persaingan dalam memperebutkan pasokan batubara domestik, terutama ketika kebutuhan energi industri terus bertambah.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam laporan tersebut, sebanyak 113,9 juta ton batubara disalurkan untuk PLTU captive di kawasan industri selama Januari 2025 hingga Juni 2026.

Baca juga :   Bareskrim Pastikan Blackout Massal di Sumatera Bukan Sabotase, Diduga Akibat Cuaca Ekstrem

Jumlah itu hampir dua kali lipat dibandingkan pasokan sebesar 64,9 juta ton untuk PLTU milik PLN dan independent power producer (IPP) yang memasok listrik bagi masyarakat.

Gian Purnama Sari dari WALHI Sulawesi Tenggara mengatakan ekspansi PLTU captive, khususnya di kawasan industri smelter yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN), turut meningkatkan tekanan terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

“Aktivitas PLTU captive skala masif di kawasan industri smelter terutama yang berlabel PSN telah mengalihkan dan melahap pasokan energi secara drastis, sekaligus memperparah krisis lingkungan hidup serta penyempitan bahkan menghilangkan ruang hidup warga sekitar,” katanya.

Sementara itu, peneliti Trend Asia, Herdanang Fauzan, menilai lemahnya penegakan sanksi membuat sejumlah perusahaan pemasok batubara belum sepenuhnya memenuhi tanggung jawab memasok kebutuhan pembangkit listrik publik.

Baca juga :   Nama Dicatut di Media Sosial, Pejabat Pemkab Empat Lawang Laporkan Akun Facebook ke Polda Sumsel

Ia menyoroti sejumlah perusahaan, termasuk Grup Sinarmas, Jhonlin, dan Indexim, dalam konteks kepatuhan terhadap kewajiban pasokan domestik.

Fauzan juga mendorong pemerintah menghentikan penerbitan izin baru untuk PLTU captive di kawasan industri serta mempercepat transisi menuju energi terbarukan.

“Gelombang pemadaman listrik ini adalah alarm keras bahwa tata kelola batubara kita diprioritaskan untuk keuntungan pasar ekspor dan industri ekstraktif ketimbang kebutuhan dasar kelistrikan publik. Ketimpangan pengawasan DMO harus dihentikan jika pemerintah serius ingin menjamin ketahanan energi masyarakat,” tutupnya. (ril)

Blackout Ekspor batu bara PLTU Captive
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKecanduan Narkoba, Remaja 14 Tahun di Palembang Nekat Curi Ponsel Marbot Masjid
Next Article Gubernur Kaltim ke Singapura Saat Kabut Asap Melanda, Ini Penjelasan Diskominfo
alwi

Related Posts

Regional

PLTU Banjarsari Dikabarkan Hampir Satu Bulan Berhenti Beroperasi, DPRD Lahat Siapkan Pansus, PTBA Diminta Bertanggung Jawab

14/10/202612 Views
Regional

Detik-detik Dua Jurnalis Dikeroyok Massa Berbaju Hitam, Sempat Minta Tolong Polisi Tapi Diabaikan

14/10/20266 Views
Regional

Gerebek Kampung Narkoba, Bandar dan Pengedar Sabu di Empat Lawang Ditangkap

14/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,403 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202429,259 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202523,229 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,360 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?