RELUNG.ID– Presiden Prabowo Subianto mengklaim luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi telah turun drastis menjadi 639,23 hektare, dari sebelumnya mencapai ratusan ribu hektare.
Prabowo menyebut penurunan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan pemerintah secara besar-besaran dalam penanganan karhutla. Namun, ia meminta upaya pengendalian dan mitigasi tetap diperkuat untuk mencegah kebakaran kembali meluas.
“Alam kita berat. Tetapi, dari ratusan ribu beberapa minggu lalu, kita sekarang di bawah 1.000. Saya kira ini kalau enggak kita turun tangan secara besar-besaran, enggak bisa. Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi kan ke depan,” kata Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Prabowo mengaku sebelumnya memperkirakan luas wilayah terdampak karhutla masih mencapai puluhan hingga ratusan ribu hektare. Namun, berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto, luas karhutla di enam provinsi kini tersisa 639,23 hektare.
“Tadinya saya mengira masih ratusan ribu, masih puluhan ribu, ternyata sudah jauh ya,” ujarnya.
Meski mengklaim luas karhutla telah menurun, Prabowo menegaskan pentingnya menjaga kawasan hutan dan memperkuat pencegahan kebakaran sejak dini.
Ia memerintahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini menyiapkan 70.000 polisi hutan untuk mendukung upaya perlindungan dan pengawasan kawasan hutan.
Prabowo juga meminta mitigasi karhutla dilakukan hingga tingkat desa. Personel yang terlibat nantinya perlu mendapatkan pelatihan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.
“Ya minta dilatih lah oleh polisi atau oleh tentara. Namanya saja polisi hutan, ya kan? Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan ya,” katanya.
Selain itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pemadaman karhutla, mulai dari jajaran TNI-Polri hingga pejabat pemerintah daerah.
“Saya ucapkan terima kasih atas jerih payah saudara-saudara, para panglima, para kapolda, ya para pejabat di daerah-daerah,” tuturnya.
Pemerintah kini menekankan penguatan mitigasi agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mencegah kebakaran kembali terjadi pada masa mendatang.[YKP]

