Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Diduga Hendak Mencuri, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Poliklinik Kompleks Pertamina

20/10/2026

30 KK Kehilangan Tempat Tinggal akibat Kebakaran di Jakabaring

20/10/2026

ISPU Lubuklinggau Turun ke 164, Udara Masih Tidak Sehat

20/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Tuesday, 20 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Aktivis Kritik PTBA soal Pasokan PLTU Banjarsari: Jangan Korbankan Masyarakat
Regional

Aktivis Kritik PTBA soal Pasokan PLTU Banjarsari: Jangan Korbankan Masyarakat

adminBy admin20/10/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kantor PTBA. (ist/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Penghentian pasokan batu bara ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banjarsari yang dikelola PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI) menuai kritik.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan dan Politik (PSKP), Ade Indra Chaniago, menyoroti kondisi ironis ketika Kabupaten Lahat sebagai daerah penghasil batu bara justru menghadapi persoalan pasokan untuk pembangkit listrik di wilayahnya sendiri.

Baca juga :   Lampu Jalan Padam, Jalan Dalam Kota Martapura Remang-remang

Ade mempertanyakan kebijakan pasokan batu bara PT Bukit Asam (PTBA) yang disebut lebih mempertimbangkan keuntungan dari penjualan dibandingkan kebutuhan PLTU Banjarsari.

Menurutnya, masyarakat Lahat semestinya ikut merasakan manfaat dari kekayaan sumber daya alam yang ditambang di daerah mereka.

“Ini menjadi ironi. Lahat merupakan daerah penghasil batu bara, tetapi PLTU yang berada di wilayahnya justru kehabisan pasokan. Seharusnya ada porsi yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan PLTU di daerah penghasil, terutama jika listriknya juga digunakan masyarakat Lahat,” ujar Ade.

Ia menilai, pemenuhan kebutuhan energi masyarakat di sekitar wilayah pertambangan perlu menjadi pertimbangan penting dalam kebijakan distribusi batu bara. Jangan sampai daerah yang menyumbang sumber daya alam justru menghadapi persoalan pasokan energi.

Baca juga :   Teror Fatality di Tambang Sumsel, Dewan Panggil PTBA dan PT MME

Ade juga mempertanyakan apakah masyarakat harus menanggung dampak penghentian operasional PLTU Banjarsari karena perbedaan nilai keekonomian antara penjualan batu bara untuk kebutuhan domestik dan ekspor.

“Pantaskah masyarakat menjadi korban hanya karena persoalan harga dan kepentingan ekspor? Batu bara yang diambil dari bumi Lahat seharusnya juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakatnya, bukan semata-mata dihitung berdasarkan keuntungan penjualan,” tegasnya.

Menurut Ade, dampak penghentian operasional PLTU tidak hanya berkaitan dengan pasokan listrik, tetapi juga berpotensi merembet ke sektor ekonomi.

Karyawan pembangkit terancam kehilangan pekerjaan apabila operasional tidak segera kembali normal. Kondisi serupa dapat dialami pihak ketiga atau vendor yang selama ini memasok barang dan jasa untuk mendukung kegiatan PLTU Banjarsari.

Baca juga :   Capek Menunggu Janji, Warga Dusun Sukamaju Buktikan Bisa Bangun Jalan Sendiri, Sindir Kinerja Pemerintah dan Perusahaan

“Kalau operasional berhenti dalam waktu lama, dampaknya bisa berantai. Bukan hanya pekerja PLTU yang terancam, tetapi juga vendor dan pelaku usaha yang selama ini menggantungkan kegiatan ekonominya pada pembangkit tersebut,” katanya.

Ade mendesak DPRD Lahat menuntaskan persoalan ini melalui pembentukan panitia khusus (pansus). Langkah tersebut dinilai penting untuk mengungkap penyebab penghentian pasokan, memastikan tanggung jawab masing-masing pihak, serta mendorong penyelesaian yang tidak merugikan masyarakat.

“DPRD harus mengawal persoalan ini sampai tuntas melalui pansus. Periksa kontrak, kuota pasokan, dan alasan penghentian operasionalnya. Jangan sampai masyarakat terus menanggung dampak dari persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan oleh pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Lahat, Andriansyah, mengatakan pihaknya segera mempersiapkan pembentukan pansus untuk mendalami penghentian operasional PLTU Banjarsari.

Baca juga :   Natalius Pigai Soroti Pelaporan Aktivis, Sebut Kritik Tak Seharusnya Dipidanakan

Menurut Andriansyah, persoalan tersebut telah menimbulkan dampak yang dirasakan masyarakat, mulai dari ancaman kehilangan pekerjaan bagi karyawan hingga gangguan pasokan listrik ke rumah warga.

“Para karyawan yang terancam kehilangan pekerjaannya hingga suplai listrik ke seluruh rumah warga. Dalam beberapa waktu belakangan, sejumlah daerah di Lahat sering mengalami pemutusan aliran listrik,” kata Andriansyah.

Ia menilai alasan penghentian pasokan batu bara karena ketidaksesuaian harga perlu dikaji lebih jauh, terutama jika dibandingkan dengan produksi batu bara PTBA dari site Muara Tiga Besar (MTB) yang berada di Kabupaten Lahat.

“Jangan karena alasan profit lantas langsung menghentikan suplai batu bara. Produksi batu bara perusahaan di site MTB itu bisa mencapai 36 juta ton per tahun dan sebagian besar ekspor. Keuntungan dari penjualan itu kami kira tidaklah sedikit,” bebernya.

Baca juga :   Tidak Ada Penyetopan Operasional, Hanya Penghentian Kegiatan Workshop dalam Fatality Tambang Tanjung Enim

Andriansyah mengatakan DPRD Lahat akan menelusuri dokumen perjanjian jual beli batu bara antara PTBA dan PT BPI untuk mengetahui dasar penghentian pasokan serta kewajiban masing-masing pihak.

DPRD juga berencana meminta penjelasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terutama mengenai kuota Domestic Market Obligation (DMO) dan status penghentian operasional PLTU Banjarsari. (tim)

Aktivis PLTU Banjarsari PT BPI PTBA
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleViral Video Ajudan Rudy Mas’ud Diduga Dorong Mahasiswi hingga HP Jatuh
Next Article Polisi Tembak Polisi di Tangsel, Pengawasan Senjata Api Disorot
admin
  • Website

Related Posts

Regional

Diduga Hendak Mencuri, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Poliklinik Kompleks Pertamina

20/10/20264 Views
Regional

30 KK Kehilangan Tempat Tinggal akibat Kebakaran di Jakabaring

20/10/20262 Views
Regional

ISPU Lubuklinggau Turun ke 164, Udara Masih Tidak Sehat

20/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202330,079 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202429,915 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202523,870 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,360 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?