RELUNG.ID – Penyedia air bersih di Kabupaten Empat Lawang yaitu Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Seguring Betung, Empat Lawang tengah menghadapi tunggakan yang cukup besar.
Tercatat tunggakan pelanggan ini menembus angka Rp1,5 miliar. Hal ini diungkapkan oleh Plt Direktur Perumda Tirta Seguring Betung, Hendra Rosada, Senin (26/8).
Dia mengatakan, angka tersebut merupakan akumulasi tunggakan mencapai berbagai pelanggan dengan masa tunggakan yang bervariasi.
Menurutnya, situasi ini sebenarnya dapat dihindari jika aturan dan kebijakan pembayaran diberlakukan dengan tegas sejak awal.
Namun, ketidakpahaman atau ketidakpatuhan terhadap sistem pembayaran air bersih menyebabkan beberapa pelanggan menunggak hingga lebih dari dua tahun.
“Sebelumnya, ada kendala dalam memahami proses pembayaran, yang akhirnya menyebabkan beberapa pelanggan menunggak hingga 28 bulan atau lebih dari dua tahun. Ini jumlah yang signifikan,” katanya.
Karena itu, pihak Perumda tengah gencar melakukan penertiban. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan penyesuaian aturan dengan kondisi yang ada serta langkah tegas sedang diterapkan untuk memastikan pelanggan mematuhi aturan pembayaran.
Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memutus sambungan air bagi pelanggan yang menunggak lebih dari lima bulan.
“Sudah ratusan pelanggan yang ditertibkan, ada yang mengalami tunggakan, ada yang tidak terdebit karena perangkatnya tidak berfungsi dan bahkan ada pelanggan yang melakukan manipulasi dengan memasang jalur sebelum water meter. Iini termasuk kategori pencurian,” tegasnya.
Pihaknya menghimbau agar pelanggan membayar tagihan air bersih tepat waktu setiap bulannya untuk menghindari pemutusan layanan.
Penertiban ini dilakukan demi menjaga kelancaran pasokan air bersih bagi seluruh masyarakat, sekaligus mencegah kerugian lebih lanjut yang bisa mengganggu operasional Perumda Tirta Seguring Betung.
“Kami harap kesadaran pelanggan akan meningkat dan krisis tunggakan yang membebani perusahaan air dapat segera teratasi,” pungkasnya. (SLM)

