Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»PDAM Tirta Musi Klaim Produksi Air Bersih Tetap Stabil di Tengah Kemarau Panjang
Regional

PDAM Tirta Musi Klaim Produksi Air Bersih Tetap Stabil di Tengah Kemarau Panjang

alwiBy alwi06/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
PDAM Tirta Musi. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Di tengah prediksi musim kemarau yang berlangsung lebih panjang tahun ini, pelayanan air bersih di Kota Palembang sejauh ini masih terjaga.

Perumda Tirta Musi memastikan produksi air baku dan distribusi kepada pelanggan tetap stabil, meski permukaan Sungai Musi di sejumlah titik terlihat semakin surut.

Baca juga :   Sejumlah Akun Ramai-ramai Ungkap Identitas Pria yang Julurkan Lidah ke Pendemo

Direktur Teknik Perumda Tirta Musi, M. Azharuddin, mengatakan produksi air di delapan instalasi pengolahan air minum (IPA) masih berada pada kondisi normal hingga Juli 2026. Tidak ada pengurangan jam pengaliran maupun penurunan distribusi ke pelanggan.

“Dari sisi kuantitas, produksi air tetap stabil. Produksi juga masih sekitar 5.500 liter per detik setiap bulan. Jadi sampai saat ini belum ada penurunan kapasitas,” ujarnya, saat ditemui di ruangannya, Kamis (6/8/2026).

Kondisi tersebut, menurut Azharuddin, tidak terlepas dari langkah antisipasi yang telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Baca juga :   Memasuki Musim Kemarau, Suhu Udara di Palembang Diperkirakan Capai 34 Derajat Celsius

Salah satu titik rawan yang dulu sempat dikhawatirkan saat musim kemarau adalah Intake Karang Anyar dan Intake Ogan. Keduanya berada di kanal yang posisinya masuk cukup jauh dari aliran utama Sungai Musi.

Saat debit sungai menurun, air tak selalu masuk ke kanal sehingga kinerja pompa ikut terganggu. Namun, sejak 2019 sistem pengambilan air itu dimodifikasi. Kini pompa dapat langsung menyedot air dari Sungai Musi tanpa harus bergantung penuh pada kanal.

“Sejak modifikasi itu dilakukan, kami tidak lagi mengalami kendala berarti dari sisi kuantitas air ketika kemarau,” kata Azharuddin.

Baca juga :   Karhutla OKI Belum Padam, 73 Water Bombing Diguyur ke Lahan Gambut Seluas 6 Hektare

Meski pasokan air masih aman, Perumda Tirta Musi tetap mewaspadai perubahan kualitas air baku. Pada musim kemarau, air Sungai Musi cenderung lebih jernih secara visual, tetapi berwarna kecokelatan dan memiliki tingkat keasaman yang berbeda dibanding musim hujan. Kondisi ini dapat memengaruhi proses pengolahan air.

Menurut Azharuddin, tingkat kekeruhan air saat musim hujan justru jauh lebih tinggi, bahkan dapat mencapai sekitar 1.000 NTU.

Sebaliknya, saat kemarau kekeruhan turun ke kisaran 30–50 NTU. Namun, turunnya kekeruhan tidak selalu berarti kualitas air menjadi lebih mudah diolah.

Baca juga :   Ratu Dewa: 15 Persen Lagi, Air Bersih Palembang Menuju 100 Persen

“Kalau musim hujan air sangat keruh, sementara saat kemarau air terlihat lebih bening tetapi pH-nya cenderung lebih rendah. Sampai sekarang hasil pemantauan masih normal, di kisaran 6,5 sampai 7,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas kualitas air, Tirta Musi menambahkan kapur dalam proses pengolahan jika diperlukan. Pemantauan kualitas air dilakukan secara berkala agar perubahan kondisi di Sungai Musi bisa segera direspons.

Azharuddin juga mengingatkan bahwa jika kemarau bertahan lebih lama hingga September atau Oktober, peluang munculnya intrusi air laut ke Sungai Musi tetap ada. Kondisi itu dapat membuat air baku menjadi sedikit payau. Meski begitu, situasi biasanya akan kembali normal setelah beberapa kali turun hujan.

Baca juga :   Kemarau Panjang, Wisata Bendungan Watervang Lubuklinggau Kering Kerontang

Di sisi pelayanan, Tirta Musi mengaku masih belum menerima keluhan luas dari pelanggan. Apabila muncul gangguan, sifatnya hanya insidental dan belum berdampak terhadap layanan secara umum.

Bahkan untuk membantu warga yang kesulitan air bersih di wilayah yang belum terjangkau jaringan pelanggan, Tirta Musi sudah menurunkan mobil tangki ke sejumlah lokasi.

Bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang masih mengandalkan sumur dan terdampak kekeringan.

Baca juga :   KAI Tambah Kereta Eksekutif KA Sindang Marga, Penjualan Tiket Libur Tahun Baru Islam Tembus 117 Persen

“Kami juga membantu bersama instansi lain yang memiliki armada tangki. Masyarakat bisa menghubungi Perumda Tirta Musi, nanti akan kami survei lebih dulu sesuai kebutuhan dan kemampuan distribusi,” katanya.

Saat ini jumlah pelanggan Perumda Tirta Musi telah mencapai sekitar 376 ribu sambungan. Tahun ini, perusahaan daerah tersebut menargetkan penambahan sekitar 15 ribu pelanggan baru, seiring peningkatan kapasitas di beberapa wilayah pelayanan.

Namun Azharuddin menegaskan, penambahan pelanggan harus tetap disesuaikan dengan ketersediaan air baku dan kapasitas produksi.

Baca juga :   12 Daerah Rawan Karhutla Dipetakan, Sumsel Siaga Hadapi Ancaman Musim Kemarau

Karena itu, ekspansi layanan dilakukan bertahap, termasuk pembangunan jaringan perpipaan pada wilayah yang sudah memungkinkan untuk dilayani.

Di tengah kondisi kemarau yang masih terus dipantau, Tirta Musi meminta masyarakat menggunakan air secara bijak. Penggunaan air untuk kebutuhan harian tetap diutamakan, sementara aktivitas yang boros air seperti mencuci kendaraan di rumah sebaiknya dikurangi.

“Kondisi alam memang tidak bisa kita kendalikan sepenuhnya, jadi yang bisa dilakukan adalah menghemat dan menggunakan air secara lebih bijaksana,” tutupnya (THQ)

Air bersih Musim Kemarau PDAM Tirta Musi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePernyataan Prabowo soal Senjata Nuklir Iran Disorot, Pengamat Desak Istana Beri Penjelasan
Next Article IDI Berduka atas Meninggalnya Pasien BPJS Yurizal, Dokter yang Diduga Menghina Dipanggil untuk Klarifikasi
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,877 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,748 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,722 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?