RELUNG.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) memulai proses sortir dan pelipatan surat suara secara serentak di seluruh wilayah.
Prosesnya ditargetkan selesai enam hari. Di Palembang, proses tersebut dilaksanakan di Gudang Logistik KPU Kota Palembang yang berlokasi di gudang PT Pos di Jalan Kebun Bunga.
Ketua KPU Sumsel, Andika Pranata Jaya mengungkapkan, jumlah surat suara yang disiapkan telah disesuaikan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di setiap daerah. Khusus untuk Kota Palembang, jumlah surat suara yang dicetak ditambah cadangan sebanyak 2,5 persen guna mengantisipasi jika terjadi kerusakan atau kekurangan pada hari pemungutan suara.
Surat suara ini terdiri dari dua jenis, yakni untuk Pemilihan Gubernur Sumsel dan Pemilihan Walikota Palembang. Pada tahap awal, KPU akan fokus pada pelipatan surat suara untuk Walikota Palembang, dan setelahnya dilanjutkan dengan surat suara untuk Gubernur Sumsel.
“Hari ini kami memulai dengan sortir dan pelipatan surat suara walikota, dilanjutkan dengan surat suara gubernur. Semua kegiatan dilakukan di gudang ini selama enam hari ke depan,” kata Andika Jumat (1/11), saat meninjau proses sortir dan pelipatan surat suara.
KPU Sumsel memastikan pengamanan selama proses ini telah terkoordinasi dengan baik. Polrestabes Palembang serta unsur Forkompinda setempat turut dilibatkan guna menjamin keamanan dan kelancaran proses sortir dan pelipatan surat suara.
Andika juga mengundang media untuk memantau jalannya proses ini sebagai bagian dari upaya memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Polrestabes Palembang dan Forkompinda. Selain itu, surat pemberitahuan kegiatan ini juga telah disampaikan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui bahwa persiapan pemungutan dan penghitungan suara pada 27 November sudah mulai kami lakukan sejak tanggal 1 November,” ujarnya.
KPU Palembang Kerahkan 130 Petugas
Ketua KPU Palembang, Syawaluddin, mengatakan proses sortir dan pelipatan surat suara di Kota Palembang melibatkan 130 petugas.
Di hari pertama, pihak KPU akan melakukan evaluasi untuk melihat jumlah surat suara yang mampu dikerjakan oleh para petugas setiap harinya. Hal ini penting untuk menentukan efektivitas tenaga kerja yang ada sehingga target selesai tepat waktu.
“Kami lihat dulu hari ini, dari total 130 petugas ini berapa jumlah surat suara yang bisa diselesaikan dalam sehari. Hasil dari hari pertama ini akan dievaluasi untuk memperkirakan kebutuhan di hari-hari berikutnya,” ungkap Syawaluddin.
Ia juga menambahkan jumlah surat suara untuk setiap pemilih sudah dihitung dengan cermat, mengingat perbedaan antara jenis pemilu dan ukuran surat suara yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan surat suara dalam pemilu nasional.
Kota Palembang akan memiliki total 2.272 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di berbagai kecamatan, dengan jumlah pemilih terdaftar mencapai 1.241.166 orang. Untuk memastikan pemilu berjalan lancar, KPU telah mempersiapkan berbagai kebutuhan logistik, mulai dari surat suara, kotak suara, hingga alat bantu bagi pemilih disabilitas.
Syawaluddin menjelaskan alat bantu tersebut baru tiba pada hari ini, dan direncanakan akan mulai didistribusikan ke masing-masing kecamatan pada H-3 sebelum pemilu.
Selain bilik suara, KPU juga memastikan bahwa Alat Peraga Kampanye (APK) dan tanda pengenal (ID card) untuk petugas TPS akan siap pada waktunya.
“Hari ini alat bantu untuk disabilitas baru datang, kemungkinan H-3 sudah bisa kami distribusikan ke kantor kecamatan atau Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Insya Allah, H-5 nanti semua logistik sudah siap, termasuk bilik suara, ID card, dan kelengkapan lain,” tandasnya. (dudi)

