RELUNG.ID – S alias Gareng terduga pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur tewas diamuk massa di Soak Simpur, Palembang.
Kejadian ini sempat terekam dan viral di media sosial beberapa waktu lalu. Meski demikian, pihak keluarga memilih untuk tidak memperpanjang masalah tersebut.
“Kami sudah mengikhlaskannya. Untuk apa melapor, yang bersangkutan juga sudah meninggal dan tidak bisa balik lagi,” kata salah satu pihak keluarga Sumaryono, Sabtu (7/12).
Sementara itu, Kapolsek Sukarami Palembang, Kompol Alex Andriyan mengatakan, jika pihak keluarga terduga pelaku ini tidak membuat laporan dan menerima kejadian tersebut.
Bahkan, pihak keluarga juga memakamkan jenazah Gareng di TPU Soak Simpur pada Sabtu siang lalu. “Perwakilan keluarga almarhum Sumaryono menerima kejadian ini sebagai musibah,”kata Alex.
Dia juga menambahkan, dari kejadian ini pihaknya telah memintai keterangan para saksi yaitu sebanyak lima orang yang berada di lokasi kejadian.
Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang untuk meminta keterangan dari pihak korban.
“Orangtua korban dan saksi juga sempat dimintai keterangan di unit PPA, tadi malam BAP baru selesai. Sekarang lima saksi tersebut juga sudah kami pulangkan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, sebuah video aksi amuk massa viral di media sosial. Diketahui, kejadian ini terjadi di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang.
Aksi ini diduga dilakukan terhadap terduga pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di dalam kamar mandi Masjid Al Hanin di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang pada Jumat lalu (6/12).
Pelaku bernama Gareng dipergoki warga yang sedang mancing di kolam yang berada di belakang masjid Al Hanin diduga hendak melancarkan aksinya.
Warga yang melihat tersebut geram dan langsung menghakimi pelaku. Dalam video beredar tersebut, terlihat wajah pelaku berlumuran darah dengan kedua tangan terikat di belakang.
Terduga pelaku ini sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, terduga pelaku akhirnya tewas. (FZI)

