RELUNG.ID – Kesepakatan untuk bergabung atau merger antara PT Smartfren Telecom dan PT Smart Telcom (SmartTel) akhirnya tercapai.
Merger kedua perusahaan telekomunikasi ini rencananya akan membentuk entitas baru yaitu bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart). Di mana, nilai gabungan pra sinergi ini mencapai lebih dari Rp104 triliun.
“Merger ini akan membuka jalan bagi Indonesia dan ASEAN yang lebih terkoneksi serta membantu mengatasi kesenjangan digital bagi seluruh komunitas maupun bisnis agar dapat berkembang,” kata Group Chief Executive Officer Axiata Group, Vivek Sood dalam siaran pers dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis (12/12).
Merger ini merupakan langkah penting dalam membangun fondasi ekonomi digital yang tangguh. Selain itu, memungkinkan mereka untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang unik bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan menyediakan platform yang dapat berkembang, yang akan meningkatkan cakupan dan kualitas layanan, berbagai pilihan produk menarik, dan perbaikan kualitas jaringan
Adapun dalam penggabungan usaha ini, Axiata Group Berhad (Axiata) dan Sinar Mas akan menjadi pemegang saham pengendali bersama.
Kedua perusahaan itu akan memegang 34,8 persen saham XLSmart dengan pengaruh yang sama untuk arah dan keputusan strategis perusahaan.
Selain itu, dalam transaksi ini Axiata akan menerima pembayaran hingga 475 juta dolar AS, yang terdiri atas 400 juta Dolar AS setelah penyelesaian merger dan tambahan 75 juta Dolar AS di akhir tahun pertama jika syarat-syarat tertentu terpenuhi.
Sementara itu, Chairman Sinar Mas Telecommunication and Technology, Franky Oesman Widjaja, menyatakan bahwa merger ini merupakan langkah penting untuk memberikan nilai tambah kepada pelanggan dan mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mendorong transformasi digital.
“Merger ini adalah upaya penting yang kami lakukan untuk memberikan nilai tambah yang besar kepada seluruh pemangku kepentingan melalui layanan yang prima, konektivitas digital, dan inovasi, termasuk untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mendorong transformasi digital,” pungkasnya. (YIP)

