Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Wakil Ketua Baleg DPR: Revisi UU Pemilu Harus Dibarengi Penguatan Parpol
Politik

Wakil Ketua Baleg DPR: Revisi UU Pemilu Harus Dibarengi Penguatan Parpol

ADMINBy ADMIN17/01/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Wakil Ketua Baleg DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung. (ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Doli Tandjung, menegaskan revisi Undang-Undang Pemilu harus dilakukan bersamaan dengan penguatan partai politik.

Hal ini diungkapkan Doli saat menjadi Keynote Speaker dalam Seminar bertajuk ‘Menjelang Revisi UU Pemilu: Meneguhkan Daulat Rakyat dan Demokratisasi Partai Politik’ yang digelar Perludem bekerja sama dengan Fakultas Hukum (FH) Unsri, Kamis (16/1/2025).

Baca juga :   Pendapatan Daerah 2026 di Muara Enim Ditarget Rp3,4 Triliun

Dia menilai, revisi UU Pemilu sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia, yang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan.

“Tanpa penguatan partai politik yang modern, transparan, dan akuntabel, revisi UU Pemilu tidak akan memberikan hasil optimal,” ujar Doli.

Doli menjelaskan meskipun Indonesia telah memasuki era reformasi selama 26 tahun, pelaksanaan demokrasi masih jauh dari ideal. Beberapa permasalahan utama yang dihadapi mencakup biaya politik yang tinggi, praktik politik transaksional seperti money politics dan vote buying, serta lemahnya kredibilitas lembaga penyelenggara pemilu.

Baca juga :   DPRD Sumsel Bahas Tiga Raperda, Seluruh Fraksi Sampaikan Dukungan


“Praktik seperti ini sering terjadi, namun masyarakat kerap menyangkal seakan-akan itu tidak ada. Ini menunjukkan perlunya langkah perbaikan secara menyeluruh,” tambahnya.

Doli juga menyoroti perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilu dan memperbaiki peran partai politik. Menurutnya, integritas dan independensi penyelenggara pemilu, kapasitas peserta pemilu, serta kesadaran rakyat sebagai pemilih masih menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan.

“Revisi UU Pemilu tidak bisa hanya membahas aspek teknis penyelenggaraan. Partai politik sebagai salah satu pilar demokrasi harus dibenahi agar menjadi lebih modern dan dapat menjalankan fungsinya dengan baik,” tegasnya.

Baca juga :   DPRD Sumsel Ingatkan Edukasi dan Pengamanan Usai Insiden Lempar Batu di Tol Prabumulih Indralaya

Dalam konteks isu terkini, Doli mengungkapkan pentingnya mengatasi tantangan efisiensi dalam pelaksanaan pemilu serentak serta mendorong digitalisasi proses pemilu. Ia menyebut pemilu serentak yang dirancang untuk efisiensi justru masih dirasa berat dan tidak efisien.

“Digitalisasi harus segera diterapkan untuk mendukung transparansi dan efisiensi, terutama dalam perekapan hasil pemilu dan penyelesaian sengketa,” ujarnya.

Baca juga :   Hendak Dibeli Trump, Greenland Nyatakan Kesiapan untuk Merdeka dari Denmark

Terkait putusan Mahkamah Konstitusi mengenai penghapusan Presidential Threshold, Doli menilai hal ini harus diiringi dengan pembenahan partai politik secara menyeluruh. Menurutnya, pengaturan yang lebih baik terhadap partai politik akan menciptakan demokrasi yang lebih sehat dan kompetitif.

“Momentum untuk merevisi UU Pemilu sangat penting saat ini. Kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbaiki demokrasi Indonesia secara menyeluruh,” tutup Doli. (EKO P)

Ahmad Doli Tandjung Partai Politik Revisi UU Pemilu Wakil Ketua Baleg DPR
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePerbaiki Sistem Demokrasi, UU Pemilu Perlu Direvisi Segera
Next Article Sumsel Belum Tetapkan Siaga Banjir dan Longsor, 10 Daerah Sudah Naikkan Status Darurat
ADMIN

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,888 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,760 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,734 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?