Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/2026

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»[LAPORAN KHUSUS] Ketua Partai Belum Tentu Jadi Calon Gubernur, Peta Pilgub Sumsel Masih Dikuasai Tokoh Lama
Politik

[LAPORAN KHUSUS] Ketua Partai Belum Tentu Jadi Calon Gubernur, Peta Pilgub Sumsel Masih Dikuasai Tokoh Lama

ADMINBy ADMIN06/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ketua Partai Politik Sumsel. (handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Regenerasi kepemimpinan di sejumlah partai politik di Sumatera Selatan mulai rampung. Musyawarah daerah (Musda) maupun mekanisme internal telah melahirkan wajah-wajah baru yang kini memegang kendali partai. Namun, pergantian ketua partai belum otomatis mengubah peta persaingan menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2031.

Di Partai Golkar, Andie Dinialdie baru saja terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Sumsel periode 2026-2031. Sebelumnya, di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tongkat estafet kepemimpinan beralih kepada Nasrul Halim. Sementara di PDI Perjuangan, kepemimpinan kini berada di tangan Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Devi Suhartoni.

Baca juga :   Pasca Hasyim Asy'ari Dipecat, Plt Ketua KPU Jamin Gelaran Pilkada 2024 Tak Terganggu

Di sisi lain, beberapa partai memilih tetap mempertahankan figur lama. DPW Partai NasDem Sumsel masih dipimpin Gubernur Sumsel Herman Deru yang telah menjabat selama dua periode. DPD Partai Demokrat Sumsel tetap berada di bawah kepemimpinan Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, sedangkan DPD Partai Gerindra Sumsel masih dipimpin anggota DPR RI Kartika Sandra Desi dan PAN dipimpin oleh Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad.

Pergantian kepemimpinan di beberapa tersebut memunculkan pertanyaan baru. Apakah jabatan sebagai ketua partai otomatis membuat mereka menjadi calon terkuat pada Pilgub Sumsel 2031?

Ketokohan Masih Jadi Penentu Kemenangan di Pilgub Sumsel

Direktur Lembaga Survei Public Trust Institute (PUTIN), Fatkurohman, mengatakan pembicaraan mengenai Pilgub Sumsel 2031 memang masih terlalu dini. Meski begitu, ada satu pola yang menurutnya belum banyak berubah dalam politik Sumsel.

Baca juga :   Herman Deru Coblos di TPS 27 Palembang, Optimistis Menangkan Pilgub Sumsel

Jabatan ketua partai memang menjadi modal penting untuk membangun kekuatan politik. Namun, menurutnya itu bukan faktor utama yang menentukan kemenangan. Sebab di Sumsel, ketokohan, pengalaman memimpin daerah, kekuatan basis massa hingga dukungan politik dari tingkat nasional masih menjadi penentu utama.

“Ketokohan dan basis massa tetap menjadi faktor utama. Jabatan ketua partai belum tentu berbanding lurus dengan elektabilitas,” katanya.

Menurut Fatkurohman, masyarakat Sumsel cenderung memilih figur yang sudah mereka kenal dan pernah mereka rasakan kepemimpinannya. Karena itu, kepala daerah memiliki keuntungan lebih besar dibanding tokoh yang hanya memimpin organisasi partai.

Baca juga :   Kemiskinan Masih Mengancam, Muba Butuh Kepemimpinan yang Bersih

“Kepala daerah itu lebih dikenal masyarakat dibanding ketua partai atau ketua DPRD,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seorang gubernur, bupati, atau wali kota memiliki kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui berbagai program pembangunan maupun pelayanan publik. Hubungan itu kemudian membentuk kedekatan emosional yang sulit dimiliki tokoh yang hanya aktif di internal partai.

Karena itu, figur yang memiliki dua modal sekaligus, yakni memimpin partai dan memiliki pengalaman sebagai kepala daerah, diperkirakan akan lebih kompetitif dibanding mereka yang hanya mengandalkan jabatan struktural di partai.

Infografis Peta Kekuatan Politik Sumsel. (handout)

Peta Politik Sumsel Masih Belum Banyak Bergeser

Dari pemetaan awal yang dilakukan PUTIN, Fatkurohman melihat peta politik Sumsel hingga saat ini belum mengalami perubahan signifikan. Tokoh-tokoh yang selama ini menguasai basis wilayah masing-masing masih menjadi kekuatan utama.

Di kawasan Komering, Herman Deru dinilai masih menjadi figur paling dominan. Selain menjabat Gubernur Sumsel dua periode, Herman Deru juga masih memimpin DPW Partai NasDem Sumsel. Basis politiknya di kawasan OKU Raya dinilai masih sangat kuat.

Baca juga :   Efek Domino Kasus Wagub Babel, Aktivis Bakal Laporkan Ulang Dugaan Ijazah Palsu Wagub Sumsel Cik Ujang

Bahkan, menurut Fatkurohman, kekuatan politik Herman Deru diperkirakan masih akan memengaruhi arah politik NasDem Sumsel pada Pilgub mendatang, termasuk membuka peluang bagi figur-figur yang berada di lingkarannya, salah satunya adiknya, Lanosin.

Di kawasan Musi, persaingan diperkirakan lebih terbuka. Meski Andie Dinialdie baru saja terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, Fatkurohman menilai mantan Ketua DPD Golkar Sumsel Dodi Reza Alex Noerdin masih memiliki pengaruh politik yang tidak bisa diabaikan.

Menurutnya, Dodi masih mewarisi basis politik keluarga Alex Noerdin di Musi Banyuasin dan Banyuasin. Meski demikian, peluang tersebut tetap dibayangi persoalan hukum yang pernah menjeratnya.

Baca juga :   Dugaan Keterlibatan Anggota DPD RI dalam Kampanye Pilgub Sumsel

Di tubuh PDI Perjuangan, Devi Suhartoni dinilai memiliki kekuatan politik di wilayah Muratara, Musi Rawas, dan Lubuklinggau. Namun, untuk bertarung di tingkat provinsi, Fatkurohman justru melihat Ketua DPC PDIP Banyuasin Askolani memiliki modal yang cukup besar karena berasal dari kawasan Musi yang memiliki jumlah pemilih cukup signifikan.

Sementara di kawasan Besemah, persaingan diperkirakan masih bertumpu pada dua nama, yakni Cik Ujang dan Joncik Muhammad. Keduanya bukan hanya memimpin partai, tetapi juga pernah menjadi kepala daerah sehingga telah memiliki jaringan politik yang kuat.

Adapun Palembang yang merupakan daerah dengan jumlah pemilih terbesar di Sumsel diperkirakan tetap menjadi basis politik Eddy Santana Putra dan Ratu Dewa. Sedangkan kawasan Ogan dinilai belum memiliki figur yang benar-benar dominan, meski nama Panca Wijaya Akbar disebut memiliki peluang apabila diposisikan sebagai calon wakil gubernur.

Keuntungan Menjabat Ketua Partai Sedikit Lebih dari Kader

Pandangan sedikit berbeda disampaikan Pengamat Politik Sumsel sekaligus Direktur Teras Indonesia, Ahmad Haekal Haffafah. Menurutnya, jabatan sebagai ketua partai tetap memberikan keuntungan politik dibanding kader lainnya.

Baca juga :   DPC PBB OKU Buka Pendaftaran Bacaleg

Keuntungan itu terutama berkaitan dengan proses pencalonan dan komunikasi politik antarpartai. “Keuntungan utamanya adalah lebih mudah mengamankan threshold atau ambang batas pencalonan. Itu menjadi benefit awal sebagai positioning politik,” katanya.

Meski demikian, Haekal menegaskan keuntungan tersebut belum cukup untuk mengantarkan seseorang menjadi calon gubernur yang kuat. Apalagi menurutnya, masih banyak faktor lain yang akan memengaruhi arah Pilgub Sumsel 2031. Mulai dari kemungkinan perubahan aturan Pilkada, terbentuknya koalisi baru, hingga dinamika politik nasional yang saat ini masih sulit diprediksi.

“Kita belum mengetahui seperti apa ambang batas pencalonan ke depan maupun dinamika politik nasional. Selain itu, lima partai besar tentu memiliki peluang lebih dominan, ditambah faktor dukungan elite di tingkat pusat,” ujarnya.

Baca juga :   Perindo Siap All Out Menangkan Herman Deru-Cik Ujang di Pilgub Sumsel 2024

Haekal menilai dukungan elite politik di tingkat nasional akan menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan ketika Pilgub benar-benar dimulai.

Sebab, keputusan akhir mengenai calon yang akan diusung tidak sepenuhnya berada di tangan pengurus partai di daerah.

Oleh karena itu, Haekal mengingatkan para ketua partai yang baru terpilih tidak cukup hanya mengandalkan jabatan yang mereka miliki saat ini. Lima tahun ke depan menjadi masa pembuktian bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan memimpin organisasi sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

Baca juga :   Relung Forum Bahas Komitmen Calon Gubernur Sumsel: Transisi Energi, Janji atau Strategi Nyata?

Seperti dijelaskan sebelumnya, karakter pemilih Sumsel masih dipengaruhi hubungan emosional dengan calon, kedekatan kedaerahan, hingga intensitas interaksi yang dibangun selama bertahun-tahun.

“Karakter pemilih Sumsel masih cenderung pragmatis dan lebih emosional daripada rasional. Faktor seperti bantuan langsung, kesepakatan jangka pendek, kedekatan kedaerahan, serta intensitas interaksi dengan masyarakat masih sangat memengaruhi pilihan politik,” jelasnya.

Karena itu, para ketua partai harus mampu menunjukkan kinerja nyata. Mereka harus aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, menjaga soliditas partai, serta menghadirkan program yang benar-benar dirasakan publik.

Baca juga :   Mawardi Yahya Ambil 2 Formulir Pendaftaran Calon Gubernur di PAN dan PDIP

“Hingga saat ini belum ada figur yang benar-benar menonjol. Merakyat tidak cukup hanya dari perilaku, tetapi harus tercermin melalui kebijakan yang pro-rakyat,” pungkasnya.

Lima tahun menuju Pilgub Sumsel 2031 masih menyisakan waktu yang panjang. Banyak hal bisa berubah. Ketua partai bisa berganti, koalisi bisa bergeser, bahkan aturan Pilkada pun masih mungkin berubah.

Namun, jika melihat pola politik Sumsel selama ini, satu hal tampaknya belum berubah. Jabatan sebagai ketua partai memang membuka jalan menuju panggung politik, tetapi belum tentu menjadi tiket menuju kursi Gubernur Sumsel. (LWM/DSK)

Ketua Partai Politik Partai Politik Pemilihan Gubernur Sumsel Pilgub Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDiduga Dianiaya Kekasih, Aktris Sinetron Sali Irsalina Laporkan Kasus ke Polisi
Next Article Karhutla di Sumsel Meningkat, Operasi Modifikasi Cuaca Mulai Dilakukan
ADMIN

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,946 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,815 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,788 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?