Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Gaikindo Optimis Penjualan Mobil Tahun Ini Tembus 860 Ribu Unit, Kenaikan PPN dan Opsen Pajak Jadi Tantangan
Bisnis

Gaikindo Optimis Penjualan Mobil Tahun Ini Tembus 860 Ribu Unit, Kenaikan PPN dan Opsen Pajak Jadi Tantangan

ADMINBy ADMIN19/01/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi industri mobil. (ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menetapkan target penjualan mobil nasional pada 2025 mencapai 860 ribu unit.

Meskipun optimisme tersebut tetap tinggi, Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mengungkapkan adanya beberapa tantangan yang dapat mempengaruhi pencapaian target tersebut, salah satunya adalah kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan opsen pajak.

Baca juga :   Penurunan Harga Kopi Pengaruhi Penjualan Mobil, Auto2000 Plaju Hanya Catat 450 Unit per Bulan

Kukuh menjelaskan, beberapa faktor eksternal, seperti perubahan tarif PPN menjadi 12 persen, serta adanya potensi kredit macet, dapat menjadi tantangan bagi industri otomotif di tahun ini. Kenaikan tarif PPN diprediksi akan berdampak pada daya beli konsumen, yang berpotensi mempengaruhi keputusan pembelian mobil.

“Selain kenaikan PPN, opsen pajak dan kondisi perekonomian yang belum stabil, kami juga melihat ada faktor eksternal lainnya yang mempengaruhi pasar, seperti suku bunga acuan Amerika Serikat (Federal Funds Rate/FFR) yang dapat berdampak pada pembiayaan kendaraan,” ujar Kukuh, Jumat (19/1).

Namun demikian, Kukuh tetap optimis dengan proyeksi penjualan mobil 2025, berkat beberapa faktor positif, termasuk semakin banyaknya merek kendaraan bermotor yang masuk ke pasar Indonesia.

Hal ini memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen, sementara penjualan mobil listrik (EV) diperkirakan akan terus menunjukkan tren positif.

Baca juga :   Stok Beras Sumsel-Babel Tembus 94 Ribu Ton, Bulog Pastikan Pasokan Aman Jelang Nataru

“Walaupun ada tantangan, kami tetap percaya bahwa industri kendaraan bermotor di Indonesia dapat tumbuh. Selain itu, penjualan EV diperkirakan terus bertumbuh seiring dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan,” tambah Kukuh.

Gaikindo juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan dari pemerintah, termasuk insentif untuk kendaraan listrik dan berbagai teknologi elektrifikasi (xEV), seperti HEV, PHEV, dan BEV. Dukungan kebijakan ini diharapkan dapat mengatasi dampak negatif dari kenaikan pajak dan memberikan dorongan positif bagi industri otomotif.

Baca juga :   Gubernur Sumsel Targetkan Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat Dimulai Awal 2026

“Dukungan insentif dapat mempercepat pertumbuhan industri kendaraan bermotor, yang berdampak pada peningkatan penjualan, serta mendukung sektor industri terkait seperti komponen, perbankan, dan lembaga pembiayaan,” kata Kukuh.

Kukuh juga menyoroti bahwa kelas menengah akan memainkan peran penting dalam mendorong pasar mobil ke depan. Pasar mobil yang stagnan dalam kisaran 1 juta unit sejak 2014 hingga 2023 sangat dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang menurun. Namun, jika Indonesia mencapai visi ekonomi 2045, pasar mobil diharapkan dapat tumbuh pesat.

“Visi Indonesia 2045, dengan pendapatan per kapita mencapai US$30.300 dan kelas menengah yang meliputi 80 persen dari populasi, akan memperkuat pasar mobil di Indonesia,” ujar Kukuh. (EKO P)

Opsen Pajak Kendaraan Penjualan Mobil Target Penjualan 2025
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDPRD Sumsel Dukung Penuh Kelanjutan Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat
Next Article Kejaksaan Agung Ajukan Kasasi atas Vonis Bebas Terdakwa Penambangan Emas Ilegal Asal China
ADMIN

Related Posts

Bisnis

Naik Rp15 Ribu, Ini Daftar Terbaru Harga Emas Antam

30/09/20266 Views
Bisnis

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

27/09/202613 Views
Bisnis

Turis Asing Belanja Pakai QRIS Capai Rp6,2 Triliun, 96,7 Persen Merchant UMKM

27/09/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,008 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,878 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,851 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?