RELUNG.ID – Aksi pembunuhan terjadi di bengkel mebel di Jalan Malaka, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat lalu (31/1).
Korbannya yaitu seorang karyawan mebel berinisial RR (37) diduga dibunuh oleh rekan kerjanya yang berinisial EHS (37).
Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh anak korban yang masih bocah SD berinisial FZ (13).
Berdasarkan keterangan saksi, FZ melihat langsung kejadian tersebut, dan sempat berupaya untuk menolong korban yang tak lain ayahnya. Bahkan, bocah SD ini pun sempat terluka akibat sabetan senjata pelaku.
“Anak korban ini datang dan berteriak, tolongin ayah saya,” kata Alan (52) sekaligus pegawai mebel yang saat kejadian tengah istirahat di bagian depan tempat produksi.
Mendengar hal tersebut, saksi pun langsung mendatangi lokasi kejadian, dan melihat korban sudah bersimbah darah akibat luka tusuk di sejumlah bagian tubuh.
“Saat saya ke belakang, dia sudah terkapar, ngap-ngapan,” katanya.
Dalam keadaan panik, dia pun sempat mengejar pelaku. Namun, upaya tersebut terhenti karena kehilangan jejak pelaku.
Korban pun kemudian, dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas, namun korban meninggal dunia dalam perjalanan.
“Setelah kejadian, pelaku ini kabur bersama perempuan (istri korban),” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary mengatakan, pembunuhan ini terjadi setelah korban menegur istrinya yang kedatangan pacarnya, yaitu pelaku EHS.
“Korban melihat istrinya didatangi pacanya sehingga langsung menegur istrinya dan tiba-tiba pacar istri korban ini marah, sehingga terjadilah keributan,” katanya.
Akibat keributan tersebut, pelaku mendorong korban hingga terjatuh, dan lalu menusuk korban di beberapa bagian hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
“Setelah terjadi penusukan terhadap korban, pelaku bersama istri korban pergi meninggalkan TKP,” terangnya.
Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur guna menjalani kebutuhan otopsi.
“Korban rencananya akan dibawa kembali ke kampung halamannya di Magelang, Jawa Tengah,” pungkasnya. (EWJ)

