RELUNG.ID- Sudah satu bulan berlalu, namun kasus pembunuhan terhadap M. Nawi (44), warga Tulang Bawang, Lampung, yang terjadi di Desa Sungai Tepuk, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, masih belum menemui titik terang.
M. Nawi yang bekerja sebagai petani di Desa Pagar Dewa tewas dibunuh oleh sekelompok orang yang dikenal warga setempat sebagai “Ninja Sawit” pada Minggu, 12 Januari 2025.
Diduga, kelompok ini berjumlah sekitar 20 hingga 30 orang dan datang untuk merampok perahu klotok milik korban yang berisi sawit hasil panen.
Candra, pengurus transportasi panen sawit keluarga Nawi, menjelaskan bahwa warga pada umumnya menggunakan perahu klotok untuk memindahkan hasil sawit mereka.
Candra pun mengaku beberapa kali memergoki pencurian buah sawit di kebun keluarga Nawi. Para perampok yang datang dengan membawa senjata api dan senjata tajam mengejar korban sambil menembak dan melukai beberapa orang.
“Mereka mengejar sambil menembak. Bahkan operator kapal saya sempat kena bacok,” ungkap Candra.
Sementara itu, Halinah, kakak kandung korban, mengatakan bahwa pihak keluarga telah membuat laporan resmi ke Polres OKI dan meminta kasus ini segera diusut tuntas.
Halinah, yang didampingi kuasa hukum dari kantor advokat dan konsultan hukum Ivin Aidyan dan Partner, kembali mendatangi Polres OKI dengan membawa dua orang saksi, salah satunya adalah korban luka tembak dan bacokan pada saat kejadian.
“Hari Selasa kemarin kami kembali mendatangi Polres OKI dengan membawa dua saksi. Salah satu saksi ini adalah korban yang terluka tembak dan bacok,” kata Halinah, Kamis (13/2).
Halinah juga menuntut agar kasus ini segera diungkap, mengingat sudah satu bulan sejak peristiwa tersebut terjadi.
“Sampai sekarang Polres OKI belum mengamankan pelaku. Bahkan terduga pelaku bisa melakukan konferensi pers. Mungkin, pelaku perampokan di Indonesia yang bisa presscon hanya di OKI,” ujarnya dengan kecewa.
Sebelumnya, pihak keluarga korban bersama kuasa hukumnya juga mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan percobaan penganiayaan dan pembunuhan terhadap M. Nawi, namun kasus tersebut dilimpahkan ke Polda Sumsel.
“Terduga pelaku berjumlah 20 hingga 30 orang, namun kami sudah mengidentifikasi sekitar 14 hingga 15 orang. Foto dan nama-nama mereka sudah kami sertakan,” tambah Halinah.
Sementara itu, Kapolres OKI, AKBP Hendrawan Susanto, mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus menangani kasus pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap perahu klotok di kanal Desa Sungai Tepuk.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami terus meminta keterangan dari pelapor, yaitu H (Hartono, pemilik perahu klotok), dan korban yang saat kejadian berada di perahu klotok, A, yang dalam keadaan sehat,” jelasnya.[HWJ]

