RELUNG.ID – Banjir akibat luapan Sungai Lematang melanda sepuluh desa di Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Sedikitnya hampir 4.000 kepala keluarga (KK) terdampak akibat bencana yang terjadi sejak sepekan terakhir ini.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI, Ahmad Hidayat ST MM, mengungkapkan bahwa saat ini kondisi banjir mulai surut dengan penyusutan ketinggian air sekitar 20 hingga 30 cm.
“Alhamdulillah, ketinggian air berangsur berkurang. Rata-rata turun 20 hingga 30 cm. Semoga tidak ada lagi kiriman air dari hulu maupun hujan yang terus menerus,” ujarnya saat dihubungi, Senin (10/3/2025).
Meski mulai surut, banjir masih merendam beberapa desa, terutama Desa Curup yang menjadi wilayah terdampak paling parah dengan ketinggian air masih mencapai 1 meter.
Selain itu, Desa Suka Raja, Modong, dan Tanjung Dalam juga mengalami dampak cukup besar. BPBD PALI telah mendirikan posko di Desa Curup dan melakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian air selama 24 jam.
“Kami terus memantau kondisi permukaan air, terutama saat cuaca mendung dan malam hari. Warga diharapkan tetap waspada, karena kondisi bisa berubah sewaktu-waktu,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat di sepuluh desa terdampak untuk selalu memantau ketinggian air dan siap melakukan evakuasi jika diperlukan.
“Jangan sampai air naik tanpa kita sadari. Jika kondisi tidak memungkinkan, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” pungkasnya. (KJP)

