RELUNG.ID- Warga Kampung Jaha, Desa Kadubelang, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, melakukan kerja bakti swadaya untuk memperbaiki jalan rusak yang sudah bertahun-tahun tak tersentuh perbaikan pemerintah.
Mereka mengumpulkan dana secara patungan dan bergotong-royong memperbaiki jalan dengan material seadanya.
Namun, aksi mulia warga ini justru menjadi sorotan publik setelah beredar kabar bahwa Camat Mekarjaya, Ahmad Jamaluddin Nasser, hanya menyumbang uang sebesar Rp 5.000 saat melintas di lokasi perbaikan jalan, dan itu pun diberikan tanpa turun dari mobil.
“Kami memperbaiki jalan ini sejak awal Mei 2025. Dana dikumpulkan dari patungan warga, ada yang menyumbang pasir, semen, dan uang,” ujar Abdul Hadi, salah satu warga Kampung Jaha, melalui sambungan telepon, Senin (19/5/2025).
Selama perbaikan, warga juga menyiapkan kotak sumbangan untuk pengendara yang melintas dan ingin membantu. Ketika Camat Mekarjaya melintas, ia memberikan Rp 5.000 dari atas mobilnya. Nominal yang dianggap kecil ini kemudian menjadi bahan perbincangan di kalangan warga.
“Warga merasa heran karena ada camat yang lewat dan hanya memberikan sumbangan sebesar itu, apalagi camatnya tidak turun untuk menyapa atau melihat langsung kondisi jalan,” lanjut Abdul Hadi.
Menanggapi hal tersebut, Camat Mekarjaya Ahmad Jamaluddin Nasser membenarkan bahwa dirinya memang memberikan uang Rp 5.000 saat melintas. Namun, ia menolak jika itu disebut sebagai sumbangan.
“Saya tidak tahu kalau warga sedang memperbaiki jalan secara swadaya. Tidak ada laporan resmi kepada saya terkait hal itu,” katanya.
Ahmad mengaku bahwa jika ada laporan resmi mengenai kegiatan gotong royong tersebut, ia pasti turun tangan dan ikut membantu langsung warga. Ia juga menyatakan telah melaporkan kondisi jalan rusak di wilayah Kecamatan Mekarjaya kepada Bupati Pandeglang dan berharap segera ada perbaikan.
“Saya sudah meminta perbaikan untuk jalan ini dan ruas jalan lain yang juga rusak di Kecamatan Mekarjaya. Semoga segera terealisasi,” ujar Ahmad.[YKP]

