RELUNG.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur menggelar karnaval pesta rakyat Karangjuwet Vol. 5.
Untuk keselamatan dan kenyamanan seluruh warga, Pemdes Donowarih mengeluarkan surat imbauan agar warganya mengungsi sementara waktu, selama pelaksanaan karnaval pesta rakyat.
Surat tersebut bernomor 400/125/35.07.23.2008/2025, yang ditandatangani oleh Kepala Desa Donowarih, Sujoko.
Dalam surat tersebut, Pemdes menyarankan masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar Jalan Raya Karangjuwet untuk menjauh dari lokasi kegiatan jika memiliki bayi, anak kecil, lansia, atau anggota keluarga yang sedang sakit.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga, khususnya yang tinggal di sekitar jalan raya, bagi yang memiliki bayi atau anak kecil dan anggota keluarga yang sedang sakit atau lansia, agar dapat menjaga jarak atau mengamankan diri sementara dari lokasi kegiatan demi kenyamanan bersama dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat sound system yang akan digunakan cukup keras (sound horeg),” demikian bunyi kutipan dalam surat tersebut.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Desa Donowarih, Ary Widya Hartono menyebut bahwa kegiatan karnaval merupakan bagian dari ritual selamatan dua tahunan di wilayah Dusun Karangjuwet, dan seluruh rangkaian acara merupakan hasil swadaya masyarakat.
Ary menjelaskan bahwa penggunaan sound system dengan volume tinggi atau sound horeg memang menjadi bagian dari hiburan rakyat yang sudah lazim dalam kegiatan serupa. Meski begitu, Pemdes tetap mengambil langkah preventif dengan mengeluarkan surat imbauan demi keselamatan dan kenyamanan seluruh warga.
“Kami sudah berkoordinasi dan mendapat izin dari kepolisian. Imbauan ini adalah langkah antisipasi kami agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Dia menambahkan, bahwa antusiasme warga sangat tinggi terhadap acara ini. Bahkan, beberapa RT turut menyumbangkan mobil hias, dan tidak ada warga yang menolak keberadaan sound horeg dalam kegiatan tersebut.
“Warga sangat mendukung. Bahkan ada satu RT yang ikut mengeluarkan mobil hias. Ini menunjukkan bahwa karnaval ini bukan semata soal sound horeg,” tambahnya.
Setelah surat diedarkan, sejumlah warga memilih untuk mengungsi sementara ke rumah keluarga atau tempat yang lebih aman, terutama yang memiliki bayi dan lansia. Ary menyebut acara karnaval berjalan lancar tanpa kendala.
“Warga sudah mengungsi sesuai imbauan. Ada yang ke rumah saudara atau pindah ke bagian belakang rumah. Total ada 11 sound horeg yang tampil dalam kegiatan ini,” pungkasnya. (vid)

