RELUNG.ID – Polsek Lubuklinggau Barat kini telah mengevakuasi mayat lansia perempuan yakni Nenek Nurasia (75) di kebun milik warga di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat.
Korban tercatat merupakan warga RT 08, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau, Sumsel.
Kapolsek Lubuklinggau Barat, Iptu Zendra Kurniawan mengatakan, penemuan ini pertama kali oleh anak kandungnya bernama Bayumi (45). Saat itu, Bayumi tengah mencari orang tuanya (korban) yang sudah hilang selama tiga hari.
Kemudian, Bayumi mencari keberadaan orang tuanya di salah satu kebun milik warga yang juga di RT 08, Kelurahan Sukajadi.
Selanjutnya di kebun tersebut, Bayumi bertemu dengan seorang petani karet bernama Indah di sebuah pondok yang saat itu sedang beristirahat.
“Bayumi bertanya kepada petani karet ini, dan dijawab jika sempat melihat pakaiannya di pondok. Namun, tidak ada orangnya,” katanya.
Bayumi kembali mencari keberadaan Ibunya di seputaran kebun, tidak jauh dari pondok atau sekitar 100 meter, Bayumi mencium aroma tak sedap.
Dia kemudian mencari sumber bau hingga menemukan sesosok mayat di dalam kolam dalam keadaan tenggelam.
“Korban ini ditemukan tenggelam dengan posisi tubuh miring ke kanan dan tangan kanan tersangkut di ranting pohon serta tanpa menggunakan busana sehelaipun,” terangnya.
Atas penemuan mayat wanita tersebut, Bayumi melaporkannya ke Ketua RT 08, Kelurahan Sukajadi. Lalu melaporkannya juga ke kepolisian untuk ditindak lanjuti.
Sekitar pukul 12.30 WIB, mayat dievakuasi kepolisian yang dibantu oleh warga sekitar. Dimana identitas mayat bernama Nurasia yang merupakan orang tua dari Bayumi.
Sementara itu sambung Kapolsek, berdasarkan pengakuan Bayumi, Ibunya itu sering pergi tanpa sepengetahuan ia dan istrinya.
Selain itu, Bayumi mengaku kalau orang tuanya itu mengalami pikun dan sering lupa apa yang sedang dia lakukan.
“Memang orang tuanya itu berapa hari yang lalu kisaran 20 hari, pernah keluar dari rumah tanpa sepengetahuan keluarga, namun berhasil ditemukan kembali,” timpalnya.
Tak hanya itu, orang tua Bayumi setelah itu kembali meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga sudah tiga hari yang lalu.
Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah Nurasia. Dan telah membuat surat pernyataan penolakan untuk dilakukan autopsi yang ditanda tangani Bayumi selaku anak kandung. (NSR)

