Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/2026

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Menkeu Purbaya: Indonesia Jangan Ulangi Kesalahan Fatal Krisis Moneter 1998

Politik

Menkeu Purbaya: Indonesia Jangan Ulangi Kesalahan Fatal Krisis Moneter 1998


RiyadiBy Riyadi15/09/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/9/2025). (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan agar Indonesia tidak mengulangi kesalahan fatal yang pernah terjadi pada krisis moneter 1998.

Menurutnya, krisis tersebut menghancurkan perekonomian nasional akibat kebijakan moneter yang salah arah.

“Jadi saya pelajari betul apa yang terjadi waktu itu dan bagaimana cara mengatasi krisis kalau terjadi lagi,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/9/2025).

Baca juga :   Menkeu Purbaya: Saldo Pemerintah di BI Rp120 Triliun, Defisit APBN Tetap Terjaga

Purbaya menjelaskan, krisis 1997–1998 berawal dari guncangan finansial di Asia yang bermula di Thailand hingga Korea Selatan, namun Indonesia terdampak paling parah. Kebijakan Bank Indonesia (BI) kala itu dinilai keliru, yakni menaikkan suku bunga hingga 60 persen lebih demi menjaga nilai tukar rupiah, sementara pertumbuhan uang primer justru melambung 100 persen.

“Semua berpikir kita melakukan kebijakan uang ketat. Tapi ternyata kita mencetak uang terlalu banyak. Jadi kebijakannya kacau balau, mau ketat iya, mau longgar juga iya. Itu yang menghancurkan ekonomi kita sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, kombinasi bunga tinggi dan pertumbuhan uang yang tak terkendali membuat sektor riil tercekik dan rupiah jatuh bebas. Purbaya menilai hal itu terjadi karena Indonesia belum pernah menghadapi situasi serupa sebelumnya.

Baca juga :   Luhut Dukung Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menteri Keuangan: Rekam Jejak dan Kedekatan dengan Presiden Jadi Pertimbangan


Ia kemudian menyinggung perubahan kebijakan pada krisis global 2008. Saat itu, pemerintah di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih menjaga likuiditas agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan.

“Saya pikir dengan edukasi tahun 2008–2009 itu, semua orang sudah mengerti. Tapi rupanya kita cepat lupa,” ujarnya.

Hal serupa kembali terjadi pada 2015. Kala itu, menurut Purbaya, Presiden Joko Widodo cepat mengambil langkah koreksi kebijakan sehingga ekonomi terselamatkan. Begitu pula pada masa pandemi Covid-19 tahun 2021, ketika likuiditas kembali diperketat sehingga ekonomi hampir lumpuh.

Baca juga :   Menkeu Purbaya Sebut Laporan Dugaan Korupsi BGN Bisa Berasal dari Data Kemenkeu

“Uang yang ada di bank sentral waktu itu sekitar Rp500 triliun, sebagian dipindahkan ke sistem perbankan. Mei 2021, Rp300 triliun dimasukkan kembali ke sistem. Setelah itu laju pertumbuhan uang naik lagi ke double digit, dan itu yang menyelamatkan ekonomi kita,” papar Purbaya.

Ia menegaskan bahwa pembelajaran dari krisis 1998 harus terus diingat agar Indonesia tidak jatuh ke lubang yang sama.

“Kita harus sadar, ekonomi bisa hancur bukan karena faktor luar semata, tapi juga karena salah kebijakan di dalam negeri,” pungkasnya. [YKP]

Kesalahan Fatal Krisis Moneter 1998 Menkeu Purbaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePantau Pasang Surut Sungai Musi, Warga Palembang Dilaporkan Tenggelam
Next Article Simpan Sabu di Kantong Celana, Pemuda Empat Lawang Ini Diringkus Polisi
Riyadi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,949 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,818 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,791 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?