RELUNG.ID – Raksasa penerbit dan pengembang gim asal Jepang, Square Enix, mengonfirmasi akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) serta restrukturisasi besar-besaran di divisi penerbitannya di Amerika Utara dan Eropa.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menyederhanakan operasi global dan memusatkan fungsi pengembangan di Jepang.
Dalam presentasi keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 September 2025, Square Enix menjelaskan bahwa restrukturisasi tersebut meliputi penutupan sejumlah studio pengembangan di luar negeri dan penggabungan organisasi penerbitan HD Games dari 11 divisi menjadi hanya empat.
Perusahaan menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya dan memaksimalkan nilai dari portofolio IP.
Square Enix memperkirakan biaya restrukturisasi mencapai 11,8 miliar yen (sekitar US$76,8 juta) pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026, namun mengharapkan penghematan tahunan lebih dari 3 miliar yen (sekitar US$19,5 juta) setelah restrukturisasi selesai.
Dikutip dari IGN, PHK akan dilakukan di Amerika Serikat pada akhir pekan ini, meski jumlah pasti karyawan yang terdampak belum diungkapkan.
Di Inggris, sekitar 137 posisi pekerjaan dilaporkan terancam, meskipun angka akhir masih dapat berubah karena perusahaan diwajibkan menjalani proses konsultasi redundansi sesuai hukum setempat.
Langkah efisiensi ini menyusul penjualan beberapa studio dan aset besar Square Enix kepada Embracer Group pada Mei 2022, termasuk Crystal Dynamics, Eidos-Montreal, dan Square Enix Montreal, bersama sejumlah IP populer yang mereka kembangkan.
Selain restrukturisasi organisasi, Square Enix juga mengumumkan inisiatif pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi proses pengembangan gim.
Perusahaan telah memulai proyek penelitian bersama dengan Laboratorium Matsuo di Universitas Tokyo, dengan target mengotomatiskan hingga 70 persen proses QA dan debugging pada tahun 2027.
“Tujuan kami adalah meningkatkan produktivitas dan kualitas gim melalui penerapan teknologi AI di berbagai tahap pengembangan,” ujar perwakilan perusahaan dalam presentasinya.
Square Enix juga diketahui mengadakan kontes ide bisnis bertema AI dan tengah mengembangkan proyek berdasarkan ide-ide terpilih.
Menariknya, Square Enix termasuk di antara 18 perusahaan manga dan anime Jepang yang pekan lalu menandatangani pernyataan bersama menentang penggunaan sistem AI video-audio Sora2 milik OpenAI, dengan alasan sistem tersebut menghasilkan konten yang menyerupai karya orisinal milik para penerbit.
Untuk kinerja keuangan, Square Enix melaporkan penjualan bersih sebesar 133,8 miliar yen (US$871 juta) untuk paruh pertama tahun fiskal 2025, turun 15 persen dibanding periode sama tahun lalu, namun laba operasional meningkat 29 persen menjadi 27,2 miliar yen (US$177 juta).
Didirikan pada 1975 sebagai Enix dan bergabung dengan Square pada 2002, perusahaan ini dikenal luas sebagai penerbit dari waralaba ternama seperti Final Fantasy, Dragon Quest, dan Kingdom Hearts. (LWM)

