RELUNG.ID- Sosok perempuan bernama Kurnia Tri Royani menjadi sorotan saat terlihat menangis ketika berjalan mengawal Rismon Sianipar salah satu tersangka kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo usai pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Kamis (13/11/2025).
Momen itu terjadi setelah Rismon, Roy Suryo, dan Dokter Tifa menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka selama kurang lebih sembilan jam.
Seusai pemeriksaan, ketiganya tidak langsung ditahan. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengatakan mereka mengajukan ahli dan saksi yang meringankan sehingga penyidik menunda penahanan.
Rismon sendiri tampak bungkam ketika keluar dari ruang pemeriksaan. Ia hanya mengucapkan, “Gak, gak ada statement,” melalui Kurnia Tri Royani yang berada di sampingnya. Wajah Rismon terlihat tegang dan nyaris tanpa senyum. Bahkan ia sempat memperingatkan, “Hati-hati penyusup.”
Saat mengawal Rismon, Kurnia tak kuasa menahan tangis sambil memanggil rekannya itu: “Bang Rismon…”
Kurnia Tri Royani dikenal sebagai seorang advokat yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Namanya cukup dikenal karena kerap menangani sejumlah perkara besar, termasuk kasus yang melibatkan Habib Rizieq Shihab.
Pada 7 November 2025, Kurnia sendiri ditetapkan sebagai salah satu dari delapan tersangka dalam kasus tuduhan ijazah palsu Presiden Jokowi. Ia masuk ke kelompok tersangka klaster pertama bersama tokoh-tokoh lain seperti Eggi Sudjana, Roy Suryo, dan Rizal Fadillah.
Pasal yang disangkakan kepada Kurnia meliputi, Pasal 310 dan 311 KUHP (pencemaran nama baik/fitnah) dan Pasal 160 KUHP (penghasutan)..
Kurnia mengaku mengetahui status tersangkanya saat sedang memasak di rumah setelah diberi tahu oleh anaknya. Ia menyebut tidak merasa sedih dan menilai bahwa tindakannya adalah bagian dari tugas sebagai advokat yang dilindungi UU Advokat No.18 Tahun 2003.
Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dokter Tifa menjalani pemeriksaan intensif selama sekitar 9 jam 20 menit. Roy Suryo dicecar 134 pertanyaan, Rismon Sianipar 134 pertanyaan dan Dokter Tifa 86 pertanyaan.
Saat keluar dari gedung penyidik, Roy Suryo sempat kesulitan karena dikerumuni massa pendukung, hingga Provos Polri membentuk pagar betis untuk membawanya menuju lobi gedung. Wajah Roy tampak lelah dan kusut.
Berbeda dengan Roy, Rismon memilih menghindari kerumunan dan langsung berjalan pergi bersama beberapa orang pendamping. Ia berjalan cepat, tampak lelah, dan hanya tersenyum kecil ketika namanya diteriakkan pendukung. Bahkan tas ransel miliknya sempat tertinggal di tengah kerumunan.
“No statement dulu hari ini,” ujar Rismon singkat sebelum masuk ke sebuah taksi dan meninggalkan kawasan Polda Metro Jaya.[YKP]

