RELUNG.ID – Warga Desa Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan heboh.
Pasalnya dua makam yang berada di taman pemakaman umum (TPU) di Dusun 4 Desa Mataram ditemukan oleh warga yang hendak ziarah dalam kondisi tanahnya berlubang bekas digali.
Sontak temuan tersebut langsung dilaporkan warga ke Kepala Desa (Kades) setempat. Kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan kroscek ke lokasi makan bersama dengan pihak Polsek Tugumulyo dan Babinsa pada Senin, 8 Desember 2025 pagi.
Kades Mataram, Hendi Mukhtar membenarkan adanya temuan dua makam yang kondisi tanahnya bekas digali tepat pada bagian atas nisan makam. Dimana menurutnya, hal itu dilaporkan oleh seorang warga yang hendak melakukan ziarah ke makam neneknya.
“Ketahuannya tadi pagi jam delapan,” kata Kades.
Dijelaskan, berawal saat itu ada seorang warga Desa Mataram yang datang ke TPU di lokasi tersebut hendak melakukan ziarah ke makam neneknya. Kemudian warga tersebut melihat adanya salah satu makam didekat makam neneknya dalam kondisi tanahnya berlubang bekas digali.
“Warga yang mau ziarah tadi melihat ada makam yang berlubang dibagian kepala di nisan kuburannya, tanahnya bekas digali dengan kedalam hampir 1 meter,” ujarnya.
Selain mak tersebut sambungnya, ditemukan pula satu makam lagi yang kondisinya sama sudah digali. “Jadi ada dua makam. Sehingga warga ini tadi kaget, katanya kok bisa seperti itu. Lalu laporan dengan kita,” ungkapnya.
Laporan tersebut oleh pihak pemerintah desa langsung ditindak lanjuti dengan melakukan kroscek ke lokasi makam. Kroscek tersebut juga melibatkan pihak Polsek Tugumulyo dan Babinsa. Setelah di lokasi makam, ternyata benar dan warga juga sudah ramai di tempat TPU tersebut.
“Ya memang seperti itu kejadiannya. Jadi belum sempat diambil. Posisi kedua makam itu berbeda agak berjauhan sekitar 2 meteran. Dimana yang satu menurut ahli waris usia makam baru 47 hari, sedangkan yang satunya lagi sudah lama,” timpalnya.
Kades juga menambahkan, saat ini kondisi makam yang digali tersebut sudah dikembalikan seperti awal semula. Kemudian, pihak Pemerintah Desa juga telah menginstruksikan ke seluruh warga di Desa Mataram yang memiliki makam keluarga di tempat itu agar sering di kroscek.
“Dikhawatirkan terulang lagi, sebab dia ini belum selesai. Jadi bisa dimungkinkan atau kemungkinan besar pasti akan mengulang, tidak tahu di Mataram atau ditempat lain,” bebernya.
Ditanya mengenai motif dibalik adanya tanah makan yang digali, Kades mengaku tidak tahu dan tidak mengerti. Namun ia menerangkan, berdasarkan cerita, kemungkinan indikasinya mengarah ke pesugihan.
“Menurut cerita kemungkinan besar itu terkait dengan ilmu hitam, indikasinya kearah pesugihan atau kekebalan tubuh,” jelasnya.
Sementara itu Kapolsek Tugumulyo Iptu Ruslan membenarkan adanya mak yang dibongkar di TPU Desa Mataram. Dikatakannya, makam yang dibongkar tersebut dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab dengan cara digali pakai tangan, tepat dibagian atas kepala batu nisan.
“Informasinya itu malam Minggu, ketahuannya tadi pagi. Makam dibongkar itu tidak tuntas. Jadi itu belum tuntas, hanya berlubang bekas digali. Tidak ada yang diambil,” pungkasnya. (NSR)

