RELUNG.ID – Sebuah video diunggah akun instagram @sumsel.keras mendadak viral di media sosial.
Pasalnya, dalam video tersebut terlihat beberapa orang dengan berpakaian Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan aksi pungutan liar (Pungli).
“Relawan ontok (untuk) Aceh, Keno pungli gais di Palembang,” tulis dalam video tersebut.
Berdasarkan videonya, rombongan ini berangkat dari Kota Serang, Banten, pada Selasa (6/1/2026), untuk membantu masyarakat Aceh Tamiang melalui kegiatan bersih-bersih masjid dan musala, trauma healing bagi anak-anak penyintas bencana.
Tak hanya itu, rombongan juga akan menyaluran bantuan berupa 1.250 Al-Qur’an dan Iqro, 1.000 mukena, 1.000 sajadah, 1.000 peci, 1.000 baju koko, serta 100 meter karpet.
Namun, perjalanan terganggu keesokan harinya, Rabu (7/1/2026), saat kendaraan minibus Elf yang mereka gunakan dihentikan mendadak di depan Terminal Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang.
“Gais kita ditilang dishub, aneh sok atuh,” ujar seorang wanita dalam video sembari memperlihatkan tengah mengeluarkan uang pecahan Rp50 ribu.
“Ini uangnya,” sembari memberikan uang kepada pria berbaju orange yang diduga salah satu petugas Dishub.
“Untuk kondangan,” jawab pria tersebut sembari mengambil uang.
Dikutip dari keterangan video, pengemudi kendaraan bantuan, Rizki Nur Habibi, menjelaskan petugas meminta kelengkapan surat kendaraan.
Dia pun telah menunjukkan SIM dan STNK, namun untuk dokumen KIR fisik tertinggal. Meski demikian, dia mengaku telah menjelaskan jika kendaraan tersebut sedang membawa bantuan kemanusiaan.
“Kami sudah jelaskan tujuan ke Aceh dan membawa bantuan. Dokumen kendaraan ada, tapi tetap dipersulit,” ujarnya.
Situasi semakin menekan ketika muncul ucapan petugas yang dinilai bernada ancaman. “Dia bilang, ‘perjalanan masih jauh, mau aman nggak?’,” ungkap Rizki.
Tekanan juga dialami relawan lain yang sempat dikerumuni beberapa orang di lokasi. Demi menghindari hal yang tidak diinginkan dan agar bantuan bisa segera sampai, rombongan akhirnya menyerahkan uang Rp100 ribu.
“Awalnya diminta Rp150 ribu. Kami hanya mampu Rp50 ribu, tapi ditolak. Akhirnya kami mengalah demi keselamatan dan kelancaran misi,” katanya.
Ironisnya, bantuan yang dibawa mencakup kegiatan kemanusiaan serta penyaluran ribuan Al-Qur’an, mukena, sajadah, peci, baju koko, dan karpet.
“Ini bukan soal uang, tapi soal kemanusiaan,” tegas Rizki.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang, Agus Suprianto mengaku telah mendapatkan informasi terkait viralnya video tersebut.
Dia menjelaskan, kejadian ini terjadi di Depan Terminal Karya Jaya, dan dia menegaskan jika petugas Dishub dalam video viral bukan anggota Dishub Palembang.
“Kami sudah konfirm BPTD Sumsel dan dari hasil video tersebut ada kejadian transaksi ilegal (pemalakan) yang dilakukan oleh petugas BPTD SUMSEL bukan petugas Dishub Kota Palembang,” tegasnya saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026)
Rencananya BPTD Sumsel bersama Dishub Palembang berencana bakal memanggil petugas dalam video tersebut untuk memberikan klarifikasi terkait masalah video viral.
“Rencananya, hari ini kami bersama Kepala BPTD akan memanggil yang bersangkutan untuk klarifikasi terkait masalah tersebut. Demikian laporan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Sumsel Ari Nasa mengaku tidak ada anak buahnya di lapangan. “Memang aturannya anggota tidak boleh dilapangan kalaupun memang ada tidak boleh pungli,” katanya.
Yang melakukan tindakan pungli itu menurutnya diduga petugas dari BPTD. “Anggota Dishub tidak boleh melakukan pungli jika terbukti maka akan dikenakan hukuman,” singkatnya. (LWM/DSK)

