RELUNG.ID – Akses disabilitas di Perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang kini mendapat sorotan dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sumsel.
Pasalnya, saat audiensi di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Ketua HWDI Sumsel terpaksa harus merangkak untuk mencapai lantai 3 tempat pertemuan.
Hal ini terungkap saat pertemuan HWDI Sumsel dengan Sekda Palembang, Aprizal Hasyim di ruang rapat Sekda, Selasa sore (13/1/2026).
“Saat itu kami akan audiensi dan ruang pertemuannya di lantai 3. Tapi lift tidak ada sehingga bu Hikma harus merangkak ke atas melewati tangga,” kata Nunik Handayani sebagai Technical Assistance mitra HWDI.
Menurutnya, saat ini perkantoran Pemkot Palembang masih sangat minim akses disabilitas. Tak hanya itu, banyak juga prasarana disabilitas di Kota Palembang yang rusak sehingga membuat rekan tunanetra harus jatuh akibat rusaknya fasilitas disabilitas.
Meski demikian, saat ini masih ada komitmen dari Pemkot Palembang untuk melakukan perbaikan aksesibilitas khususnya untuk penyandang disabilitas. Walaupun komitmen ini dinilai lambat.
“Saat ini sudah ada enam puskesmas yang telah ramah disabilitas. Namun belum optimal,” terangnya.
Kedepan pihaknya berharap seluruh puskesmas dan pelayanan umum telah memberikan aksesibilitas terhadap disabilitas khususnya di Kota Palembang.
Pihaknya juga telah menyusun SOP untuk puskesmas memberikan aksesibilitas terhadap disabilitas.
“Harapan kami tidak hanya enam puskesmas tapi seluruh puskesmas di Palembang,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua HWDI Sumsel, Hikma Meliana menambahkan, saat ini pihaknya telah melakukan audit untuk aksesibilitas terhadap disabilitas khususnya di pelayanan kesehatan.
Mulai dari fasilitas, pelayanan terhadap disabilitas dan lain sebagainya.
“Semula ada enam puskesmas yang diaudit, tapi kini ditambah menjadi 42 puskesmas untuk diaudit,” katanya.
Menurutnya hasil audit ini nantinya akan jadi pertimbangan Pemkot Palembang untuk mewujudkan aksesibilitas terhadap disabilitas.
Selain itu, aksesibilitas terhadap disabilitas ini bukan hanya untuk disabilitas tetapi juga untuk ibu hamil, lansia dan lainnya.
“Kami harap kedepannya aksesibilitas ini dapat terpenuhi,” harapnya
Sementara Sekretaris Bappeda Palembnag, Faisal Riza meminta maaf atas kejadian di Bappeda Palembang.
Menurutnya belum terpenuhinya aksesibilitas disabilitas di Bappeda dikarenakan gedung lama sehingga perlu diretovit atau pembaruan.
“Tapi aksesibilitas terhadap disabilitas ini memang sudah masuk dalam RPJMD dan akan dipenuhi secara bertahap,” katanya.
Sekda Palembang, Aprizal Hasyim juga menambahkan, pihaknya akan mendorong membuat Perwali untuk memenuhi kebutuhan disabilitas sehingga setiap bangunan harus sesuai dengan aksesibilitas disabilitas.
“Ini akan menjadi pengingat bagi kami dan mendorong untuk dibuatkan perwali,” tutupnya. (LWM)

