RELUNG.ID – Penerapan pajak opsen oleh pemerintah mulai memberikan dampak signifikan terhadap penjualan kendaraan, termasuk pada segmen mobil komersial.
PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengakui kebijakan tersebut turut menyebabkan penurunan penjualan, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.
Kepala Cabang Isuzu Palembang, Arief, mengatakan bahwa jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penjualan seluruh tipe kendaraan Isuzu mengalami penurunan sekitar 30 persen.
Penurunan paling tajam terjadi pada Isuzu Traga, yang anjlok hingga 60 persen atau sekitar 10 unit.
“Mobil komersial ini digunakan untuk usaha. Konsumen benar-benar merasa terbebani karena kenaikan harga ditambah pajak opsen, terutama untuk Traga yang banyak dipakai pedagang,” ujar Arief, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, biasanya penjualan mulai menunjukkan tren positif pada pertengahan Januari. Namun tahun ini kondisinya berbeda. “Konsumen belum bisa move on dari penerapan pajak opsen,” katanya.
Meski demikian, Isuzu Palembang tetap berharap kondisi penjualan akan membaik seperti tahun lalu, di mana rata-rata penjualan mobil komersial mencapai 60 unit per bulan dan sempat meningkat menjadi 75 unit per bulan.
Untuk tahun ini, Arief mengakui terdapat kekhawatiran penurunan penjualan akibat kenaikan harga kendaraan. Ia merinci, harga Isuzu Traga naik sekitar Rp6 juta, dari Rp309 juta menjadi Rp315 juta.
Isuzu Elf mengalami kenaikan dari Rp536 juta menjadi Rp546 juta, sementara kendaraan komersial premium Isuzu Giga juga naik rata-rata Rp6 juta per unit.
“Kenaikan ini memang terjadi setiap tahun. Namun di luar itu masih ada tambahan pajak opsen, yang membuat harga per unit bertambah sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta,” tegasnya.
Meski dihadapkan pada tantangan tersebut, Arief tetap optimistis. Pada 2024 lalu, Isuzu mencatat capaian distribusi (shipment) 100 persen untuk Traga dan 80 persen untuk Elf di Sumatera Selatan.
Tahun ini, Isuzu menargetkan penjualan Traga lebih dari 500 unit per tahun dengan pangsa pasar 67,5 persen, serta Elf sekitar 250 unit per tahun dengan target pertumbuhan market share di kisaran 18–20 persen, meningkat dari sebelumnya sekitar 17 persen.
Sementara itu, Southern Sumatera Area Manager Isuzu, Nico Gautama Ginting, menyampaikan bahwa kontribusi Sumatera Selatan terhadap penjualan nasional tergolong baik.
Pada 2024, Sumsel menyumbang sekitar 4 persen dari total market share nasional. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 17 persen pada 2025, dan ditargetkan mencapai 20 persen ke depan.
“Tantangan pasti ada, tetapi dari sisi ATPM kami tetap optimistis. Di 2026, pasar diharapkan kembali tumbuh meski tidak terlalu tinggi. Kami berharap pergerakan ekonomi, khususnya dari sektor pemerintah, mulai membaik sehingga berdampak positif pada penjualan kendaraan komersial, baik ringan maupun berat,” pungkasnya. (CKM)

