RELUNG.ID – Isuzu resmi meluncurkan D-Max EV, pikap listrik pertamanya yang akan mulai dipasarkan di Inggris pada awal 2026.
Mengusung teknologi emisi nol, D-Max EV tetap mempertahankan kemampuan kerja khas D-Max versi diesel, namun hadir dengan banderol harga yang cukup mencengangkan.
Isuzu D-Max EV dibanderol mulai dari €70.350 sebelum pajak pertambahan nilai (PPN). Dengan PPN 20%, harga totalnya mencapai €84.421.
Ini membuatnya lebih mahal dari BMW i5 eDrive40 Touring dan hampir dua kali lipat dari varian D-Max diesel termurah yang dijual seharga €32.546.
Perbandingan harga antar trim juga menunjukkan selisih mencolok. Versi listrik dengan trim eDL40 dan eV-Cross masih lebih mahal sekitar €28.420 dibandingkan versi diesel berspesifikasi serupa.
Ini menjadi tantangan tersendiri bagi calon pembeli, khususnya pemilik armada komersial yang mempertimbangkan transisi ke kendaraan listrik.
Meski mahal, D-Max EV tetap dirancang sebagai kendaraan pekerja keras. Ditenagai dua motor listrik—masing-masing terpasang di poros depan dan belakang truk ini menawarkan sistem penggerak empat roda penuh waktu dengan total output sebesar 188 hp, meningkat 27 hp dibandingkan versi diesel.
Namun, torsi sedikit menurun menjadi 325 Nm, atau 35 Nm lebih rendah dari model bermesin konvensional.
Kapasitas angkut tetap impresif, dengan daya muat lebih dari 1.000 kg dan kemampuan menarik trailer hingga 3.500 kg identik dengan versi diesel dan tetap kompetitif di segmen pikap menengah.
D-Max EV dibekali baterai lithium-ion berkapasitas 66,9 kWh, dengan jarak tempuh sekitar 262 km berdasarkan standar WLTP.
Meskipun angka ini terbilang rendah jika dibandingkan mobil listrik modern, namun cukup realistis untuk kendaraan komersial berat seperti pikap.
Pengisian daya cepat DC mendukung hingga 50 kW, memungkinkan pengisian 20 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar satu jam.
Isuzu juga memberikan garansi baterai selama 8 tahun atau 100.000 mil, menambah nilai lebih bagi konsumen.
Secara visual, D-Max EV mempertahankan desain klasik D-Max diesel, strategi yang ditujukan untuk menjaga loyalitas pelanggan setia.
Perbedaan terletak pada aksen biru, lencana EV khusus, serta absennya knalpot. Port pengisian daya diletakkan di lokasi pengisian bahan bakar tradisional.
Pikap ini akan tersedia dalam versi Extended Cab dan Double Cab, termasuk pilihan warna baru Dolomite White Pearl untuk varian tertinggi V-Cross.
Di balik tampilannya yang familiar, D-Max EV dibangun di atas sasis ladder-frame yang telah dimodifikasi.
Perubahan terbesar ada pada sistem suspensi belakang, yang kini menggunakan suspensi De-Dion modern menggantikan pegas daun konvensional, untuk meningkatkan kenyamanan dan stabilitas.
Pra-penjualan D-Max EV telah dimulai di Inggris pada 21 Juli 2025, dengan pengiriman dijadwalkan mulai Februari 2026.
Kehadiran D-Max EV menjadikannya salah satu pikap listrik pertama di Eropa yang dirancang khusus untuk kebutuhan kerja, meski harus ditebus dengan harga yang tinggi. (LWM)

