RELUNG.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh dipandang semata sebagai peluang bisnis, melainkan sebagai misi kemanusiaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penegasan ini disampaikan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dadang Hendrayudha, saat kunjungan kerja di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026).
Dadang mengingatkan para mitra, pengusaha, dan yayasan pelaksana MBG agar menjalankan program tersebut dengan orientasi sosial yang kuat.
Menurutnya, MBG dirancang untuk membantu kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya beruntung, sekaligus memperkuat ketahanan gizi nasional.
“Program ini bukan hanya soal bisnis. Ini adalah urusan kemanusiaan. Investasi yang ditanamkan para pengusaha harus benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak dan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Dadang.
Ia menjelaskan, keterlibatan pengusaha dalam membuka dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membawa dampak ekonomi yang luas.
Selain menciptakan lapangan kerja, keberadaan dapur MBG juga mendorong perputaran ekonomi lokal melalui kebutuhan bahan pangan.
Dadang mencontohkan, satu dapur SPPG membutuhkan ratusan kilogram bahan pangan setiap hari, mulai dari sayuran, telur, ayam, hingga ikan.
Kondisi ini, menurutnya, menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk memberdayakan petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha lokal.
“Di wilayah Soloraya saja terdapat ratusan dapur SPPG. Ini seharusnya menjadi ruang bagi pemda untuk melibatkan masyarakat lokal agar manfaat ekonomi program ini benar-benar dirasakan,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Boyolali Agus Irawan menyampaikan bahwa SPPG Gagaksipat menjadi percontohan pelaksanaan MBG di Kabupaten Boyolali, khususnya di Kecamatan Ngemplak.
Saat ini terdapat empat dapur SPPG yang dikelola Yayasan Bangun Gizi Nusantara di wilayah tersebut.
Agus menyebutkan, secara keseluruhan Boyolali telah memiliki 98 dapur SPPG yang tersebar di berbagai kecamatan, dengan tingkat kesiapan mencapai sekitar 80 persen.
Ia juga menegaskan bahwa hingga kini pelaksanaan MBG di Boyolali berjalan lancar tanpa adanya kasus.
“Kami bersyukur pelaksanaan MBG di Boyolali sejauh ini aman dan tidak menimbulkan persoalan. Ini harus terus dijaga agar makanan yang disalurkan tetap sehat, aman, dan bergizi,” pungkasnya. (vid)

