RELUNG.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengaku belum mengetahui kabar operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pati, Sudewo.
Hingga Selasa (20/1/2026), Pemkab Pati menyatakan belum menerima informasi resmi terkait penangkapan orang nomor satu di Kabupaten Pati tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati, Sugiyono, mengatakan pihaknya belum mengetahui kabar OTT itu.
“Kami belum tahu mas, kami belum tahu e mas,” ujar Sugiyono saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).
Sugiyono menjelaskan, berdasarkan agenda resmi yang diterima Pemkab, Sudewo dijadwalkan mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakornas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Batam pada 18–20 Januari 2026.
“Jadwal kami, di jadwal bapak (Sudewo) kan itu Rakornas APKASI di Batam. Yang pasti ya itu. Kalau yang ini (OTT) kami tidak tahu,” jelasnya. Rakornas APKASI berlangsung selama tiga hari, yakni Senin hingga Rabu.
Sugiyono juga menyebut belum memperoleh informasi terkait adanya camat di Kabupaten Pati yang turut diperiksa KPK.
“Kalau masalah ini kami belum tahu persis. Kalau camat yang diperiksa juga kami belum tahu,” imbuhnya.
Terkait ketidakhadiran Sudewo di Pendopo Kabupaten Pati dalam beberapa waktu terakhir, Sugiyono menegaskan pihaknya tidak dapat memastikan alasannya. Ia mengatakan, pada Selasa pagi jajaran Diskominfo mengikuti kegiatan apel dan tidak berada di Pendopo Kabupaten Pati.
“Kemarin pagi kami ada giat apel dan tidak datang ke Pendopo Kabupaten Pati,” pungkasnya.
Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya pihak yang diamankan dalam peristiwa tangkap tangan di Pati.
“Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Terkait dugaan jual beli jabatan, Budi juga membenarkan adanya penyelidikan. “Benar, KPK sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Pati,” paparnya.[YKP]

