RELUNG.ID- Istri Bupati Pati Sudewo, Atik Kusdarwati (54), ikut menjadi sorotan publik setelah sang suami terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Akun Instagram milik Atik kini ramai didatangi warganet yang meninggalkan beragam komentar dan pertanyaan.
Pantauan di akun Instagram @atik_kusdarwati, warganet tampak membanjiri kolom komentar unggahan terbaru Atik. Hingga Selasa (21/1/2026), akun tersebut memiliki 398 unggahan dengan jumlah pengikut sekitar 2.396 akun.
Unggahan terbaru Atik diposting sekitar lima hari lalu. Postingan itu menampilkan aktivitasnya saat meninjau lokasi banjir dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak dari atas perahu, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati.
“Kami Pengurus PMI, Staf dan relawan PMI Kab Pati turut prihatin dengan adanya bencana di Kab Pati. Kami membantu semaksimal mungkin. Semoga bencana ini segera selesai dan masyarakat tetap sehat serta bisa beraktivitas kembali dengan lancar. Aamiin,” tulis Atik dalam keterangan unggahan tersebut.
Namun, di kolom komentar, sejumlah warganet justru menyinggung kondisi Atik dan suaminya yang kini ditahan KPK. Beragam komentar bernada pertanyaan hingga sindiran bermunculan.
“Bu, gimana? Suami kena OTT, posisi aman?” tulis akun @jeckysheen.
“Aman bu?” komentar akun @muhtam72.
“Buk? Tidur nyenyak?” tulis akun @pritha_sasmi.
Sementara akun lainnya menuliskan, “Keno OTT KPK to bu Pak e?” dan “Kejiwaan aman bu?”
Atik Kusdarwati lahir di Pacitan, Jawa Timur, pada 3 September 1970. Ia dikenal sebagai istri Bupati Pati Sudewo sekaligus seorang dokter. Atik merupakan alumnus SMAN 7 Yogyakarta dan melanjutkan pendidikan kedokteran di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, lulus pada 1997.
Kariernya sebagai dokter dimulai sebagai Dokter PTT di Puskesmas Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Ia kemudian menjadi PNS di Dinas Kesehatan Surakarta hingga 2011, sebelum bertugas di Ditjen DPR RI sampai 2013.
Selain berkarier di bidang kesehatan, Atik juga aktif di organisasi dan politik. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Pati Masa Bakti 2025–2030 serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pati.
Pada Pileg 2024, Atik sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Partai Gerindra untuk daerah pemilihan Jawa Tengah III. Namun, ia gagal melaju ke Senayan dan diminta partai untuk fokus mendampingi Sudewo di Kabupaten Pati.
Nama Atik Kusdarwati juga sempat menjadi perhatian publik saat terjadi aksi demonstrasi besar-besaran terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen pada 2025. Dalam Kirab Boyongan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Pati, Sudewo dan Atik yang menaiki kereta kuda disoraki warga.
Di tengah sorakan massa, Atik terlihat sempat mengacungkan gestur simbol cinta ke arah warga, yang kemudian menuai beragam tafsir di media sosial.
Sementara itu, KPK resmi menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan atau jual beli jabatan perangkat desa. Selain Sudewo, tiga kepala desa juga ditetapkan sebagai tersangka.
KPK mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp 2,6 miliar. Keempat tersangka kini ditahan di Rutan Cabang Merah Putih KPK untuk 20 hari pertama, terhitung sejak 20 Januari hingga 8 Februari 2026.
Seiring proses hukum yang berjalan, sorotan publik terhadap keluarga Sudewo, termasuk Atik Kusdarwati, diperkirakan masih akan terus berlanjut.[YKP]

