RELUNG.ID – Rumah Sakit (RS) Fadhilah Kota Prabumulih akhirnya angkat bicara terkait dengan laporan dugaan malpraktik yang diduga dilakukan oknum dokter kandungan.
RS Fadhilah Prabumulih menegaskan jika pihaknya sudah melakukan tindakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) berlaku.
Melalui kuasa hukumnya, Jon Fitter S didampingi Humas RS Fadhilah Prabumulih, Deni membantah adanya kelalaian dalam penanganan pasien bahkan seluruh tindakan medis telah dilakukan sesuai prosedur.
Saat itu, Suci Anjeli datang RS Fadhilah Prabumulih sebagai pasien rujukan dari fasilitas kesehatan lain dengan kondisi yang sudah memerlukan penanganan medis.
“Pasien yang sudah berada di rumah sakit, kondisinya memang sudah memprihatinkan. Air ketuban pasien sudah dalam kondisi kering sehingga harus segera harus dilakukan tindakan medis,” ucap Jhon saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2026).
Ia menegaskan seluruh tindakan yang dilakukan tenaga medis mengacu pada standar pelayanan yang berlaku.
Menurutnya, apabila proses persalinan tidak menunjukkan perkembangan dalam kurun waktu tertentu, pasien seharusnya segera dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih memadai.
Selain itu, penggunaan obat-obatan dalam proses persalinan juga harus berdasarkan rekomendasi dokter.
Meski telah dilakukan penanganan maksimal, kondisi pasien disebut sudah berada pada fase yang sangat berat saat tiba di rumah sakit.
Tim medis juga memberikan transfusi darah sebanyak tiga kantong sebagai bagian dari upaya penyelamatan.
“Dari hasil rekam medis, penyebab pasien meninggal dunia adalah henti jantung. Seluruh tindakan yang dilakukan dokter telah sesuai dengan SOP yang berlaku,” katanya.
Sebelumnya, seorang dokter berinisial EN yang bertugas di Rumah Sakit (RS) Fadhilah Kota Prabumulih dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel atas dugaan malpraktik yang diduga menyebabkan seorang pasien meninggal dunia usai menjalani operasi caesar.
Laporan tersebut dibuat oleh suami korban, Kevin Agustinus (25), warga Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim, pada Senin (13/7/2026) malam.
Selain dokter EN, pihak keluarga juga melaporkan manajemen RS Fadhilah terkait dugaan pemberian keterangan yang tidak sesuai mengenai penanganan pasien.
Korban diketahui bernama Suci Anjeli (22), yang meninggal dunia sehari setelah menjalani operasi caesar pada Mei 2026 lalu. (SMP)

