Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Kisah Terakhir Pramugari Olen, Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Sulsel
Regional

Kisah Terakhir Pramugari Olen, Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Sulsel

RiyadiBy Riyadi23/01/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026) lalu membawa lebih dari sekadar awak dan penumpang.(Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026) lalu membawa lebih dari sekadar awak dan penumpang.

Di dalamnya terdapat Florencia Lolita Wibisono alias Olen, seorang pramugari yang dikenal keluarga sebagai pribadi berintegritas dan oleh rekan-rekannya dianggap sebagai panutan dalam bekerja.

Jenazah Olen baru berhasil dievakuasi pada hari keempat pencarian, Rabu (21/1/2026), akibat cuaca buruk dan medan yang sulit dijangkau. Sehari berselang, jenazah disemayamkan di rumah duka Grand Heaven Pluit, Jakarta Utara, Kamis (22/1/2026).

Baca juga :   KNKT Terima Black Box ATR 42-500 PK-THT, Kunci Ungkap Penyebab Kecelakaan di Gunung Bulusaraung

Kakak korban, Natasya Wibisono, mengungkapkan bahwa komunikasi terakhir dengan sang adik terjadi satu hari sebelum kecelakaan melalui panggilan video. Saat itu, Natasya tengah berada di dalam pesawat yang mengalami keterlambatan keberangkatan.

“Dia video call saya sore itu. Dia tanya, ‘Kakak di mana?’. Saya jawab lagi delay di pesawat, belum diturunin,” ujar Natasya saat ditemui di rumah duka.

Dalam percakapan tersebut, Olen sempat menanyakan kru pesawat yang ditumpangi kakaknya, mengingat ia pernah bekerja di maskapai yang sama. Bahkan, Olen sempat berbincang singkat dengan kru pesawat melalui sambungan video call tersebut.

Baca juga :   Kediaman Ferry Irawan Dipadati Pelayat Usai Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak

“Itu jadi komunikasi terakhir kami,” ucap Natasya dengan suara lirih.

Keesokan harinya, Natasya menerima kabar bahwa pesawat yang ditumpangi Olen hilang kontak. Informasi tersebut pertama kali disampaikan oleh calon suami Olen saat Natasya masih berada di Sibolga, Sumatera Utara.

“Tiba-tiba saya dapat kabar pesawat adik saya sudah hampir satu jam hilang kontak,” katanya.

Baca juga :   Suhu Udara Menurun, Curah Hujan di Sumsel Meningkat

Natasya kemudian memastikan kebenaran kabar tersebut dengan menghubungi sejumlah rekannya yang bekerja sebagai pilot dan di Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU). Setelah memastikan informasi tersebut benar, ia segera berusaha kembali ke Jakarta dan Makassar untuk bergabung dengan keluarga.

Karena keterbatasan jadwal penerbangan dari Sibolga, Natasya memilih menempuh perjalanan darat menuju Medan sebelum melanjutkan penerbangan ke Jakarta dan Makassar.

Setibanya di Makassar, pencarian telah memasuki hari kedua dan keluarga belum memperoleh kabar pasti mengenai kondisi Olen. Hingga akhirnya, jenazah Olen berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Baca juga :   Agus Supriyanto Dicopot dari Kadishub Palembang, Ratu Dewa Sebut Bagian Evaluasi Kinerja

Di mata keluarga, Olen dikenal sebagai sosok ceria, penyayang, dan gemar membantu orang lain. Ia baru sekitar tiga bulan bekerja di Indonesia Air Transport dan kerap membagikan cerita kebahagiaannya kepada keluarga.

“Hampir setiap hari dia hubungi saya. Dia cerita betapa bahagianya bekerja di sana, ketemu banyak orang baik. Perubahannya sangat terasa,” tutur Natasya.

Hal senada disampaikan kakak ipar korban, Felix Agoes. Menurutnya, Olen berada dalam fase hidup yang bahagia dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga :   Kebakaran Hanguskan Belasan Rumah di Lintang Kanan, Korban Mengungsi ke Rumah Kerabat

“Cara meninggalnya memang tragis, tapi cara hidupnya Olen jauh lebih layak untuk dikenang,” ujarnya.

Rekan kerja Olen juga mengenangnya sebagai sosok instruktur yang sabar dan menjadi panutan. Salah satunya, Dita, yang mengenal Olen sejak bekerja di Wings Air pada 2016.

“Mbak Florencia itu instruktur yang sangat lemah lembut, enggak pernah marah. Jadi role model buat kami,” kata Dita.

Baca juga :   Angkot Bawa 17 Siswa SMP Terbalik di Sumedang, 8 Orang Luka-luka

Jenazah Olen rencananya akan dimakamkan di Tondano, Sulawesi Utara, pada Sabtu (24/1/2026). Lokasi tersebut dipilih karena Olen menghabiskan cukup lama masa hidupnya di sana. Setelah disemayamkan di Jakarta, jenazah dijadwalkan diterbangkan ke Sulawesi Utara menggunakan penerbangan kargo.

Di tengah duka mendalam, keluarga berharap seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dapat segera ditemukan dan dipulangkan kepada keluarga masing-masing.[YKP]

Kisah Pramugari Korban Pesawat Jatuh Pesawat ATR Pramugari Olen
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRealme Neo8 Meluncur dengan Baterai 8.000mAh dan Snapdragon 8 Gen5
Next Article KNKT Terima Black Box ATR 42-500 PK-THT, Kunci Ungkap Penyebab Kecelakaan di Gunung Bulusaraung
Riyadi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,883 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,754 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,729 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?