RELUNG.ID – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada siang hari selama bulan Ramahan di Kabupaten Pati menuai sorotan dari sejumlah wali murid.
Meski demikian, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa pembagian tetap berjalan sesuai kebijakan pemerintah pusat.
Menurut Chandra, jadwal distribusi makanan tidak dapat diubah secara sepihak oleh pemerintah daerah. Ia menyebut program MBG merupakan kebijakan nasional yang pelaksanaannya telah diatur secara terpusat.
“Iya, ini program pemerintah pusat. Tidak mungkin pembagian dilakukan saat buka puasa. Masa anak-anak harus kembali lagi ke sekolah sore hari? Itu tidak memungkinkan,” ujarnya.
Chandra menjelaskan, jika pembagian makanan dialihkan ke sore hari menjelang berbuka, justru berpotensi menimbulkan persoalan baru. Selain harus kembali ke sekolah di luar jam belajar, siswa dan orang tua juga akan terbebani biaya transportasi tambahan.
“Kalau harus balik lagi sore, transportasi jadi dua kali. Ada yang rumahnya jauh dari sekolah, ada yang masih sekolah pagi. Itu malah membebani orang tua,” tegasnya.
Ia menambahkan, esensi program MBG adalah memastikan kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi, termasuk selama Ramadan. Pemerintah, kata dia, tetap konsisten memperhatikan asupan nutrisi siswa.
Menanggapi kekhawatiran sebagian wali murid bahwa pembagian makanan pada siang hari bisa memengaruhi semangat puasa anak, Chandra menilai hal tersebut kembali pada edukasi di rumah dan sekolah.
“Tidak ada MBG pun mereka bisa saja jajan sendiri. Ini kembali lagi ke edukasi orang tua dan pendidikan di sekolah,” katanya.
Ia menekankan, sejauh ini polemik tersebut tidak mengganggu jalannya program. MBG tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya dengan tujuan utama mendukung kesehatan dan tumbuh kembang siswa.
“Harusnya tidak ada masalah. Ini bukti bahwa program MBG tetap berjalan, bahkan saat puasa pun kebutuhan gizi anak tetap diperhatikan,” tutupnya. (vid)

