RELUNG.ID – Kondisi bangunan SDN II Gandawesi di Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka kini viral di media sosial.
Pasalnya, kondisi sekolah ini terlihat kontras dengan bangunan dapur MBG yang lebih baik, sedangkan bangunan sekolah yang tampak rusak dan dipenuhi coretan.
Kepala Sekolah Nina Sophia mengajak masyarakat untuk melihat situasi ini secara lebih bijak. Ia menilai perbedaan kondisi bangunan menjadi terlihat mencolok karena berdampingan langsung dengan fasilitas baru yang lebih representatif.
“Saya melihatnya dari sisi positif. Karena berdampingan dengan bangunan baru, perbedaannya jadi terlihat jelas,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Nina menjelaskan bahwa pengajuan perbaikan ruang kelas sebenarnya telah dilakukan sejak sebelum dirinya menjabat sebagai kepala sekolah pada Maret 2026. Saat ini, proses tersebut sudah mendapat respons dari Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka.
Bahkan, sebelum libur Lebaran, pihak dinas telah melakukan pengukuran terhadap tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan sebagai bagian dari tahapan awal perbaikan.
“Perhatiannya sudah ada, tinggal menunggu tindak lanjut. Saya baru menjabat, tetapi prosesnya sudah berjalan sejak sebelumnya,” jelasnya.
Tak hanya dari pemerintah daerah, perhatian juga datang dari tingkat pusat. Pihak sekolah mengungkapkan telah dihubungi oleh tim dari Kementerian Pendidikan yang dalam waktu dekat akan melakukan verifikasi langsung ke lokasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Muhamad Umar Ma’ruf, memastikan bahwa SDN II Gandawesi telah masuk dalam program prioritas perbaikan tahun 2026.
Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat guna meningkatkan kualitas sarana pendidikan di daerah.
“Kami terus melakukan jemput bola ke pemerintah pusat untuk meningkatkan mutu pendidikan di Majalengka,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dinas Pendidikan Majalengka juga memperoleh dukungan program dari pemerintah pusat berupa revitalisasi sekolah serta bantuan presiden yang akan direalisasikan pada tahun ini.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperbaiki infrastruktur pendidikan, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar di sekolah. (vid)

