RELUNG.ID- Kebakaran melanda sebuah rumah panggung di Desa Kertasari, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan Sabtu (25/4) sekitar pukul 16.36 WIB.
Rumah milik Zuryati (67) tersebut ludes dilalap si jago merah.
Peristiwa ini sontak membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk memberikan pertolongan dengan peralatan seadanya.
Upaya pemadaman turut dipimpin langsung oleh Kapolsek Karang Dapo, Iptu Khoirul Hambali, bersama personel kepolisian, mobil pemadam kebakaran, serta tim TRC BPBD Muratara.
Berdasarkan informasi, kebakaran pertama kali diketahui oleh korban saat melihat gumpalan asap tebal dari bagian atas rumah. Ia kemudian segera memberitahukan anaknya yang selanjutnya datang bersama warga untuk membantu memadamkan api.
Salah satu warga, Amir (34), mengatakan awalnya mereka mendengar teriakan minta tolong sebelum melihat asap tebal membumbung tinggi dan api sudah membesar.
“Awalnya kami kaget mendengar teriakan. Saat keluar rumah, asap sudah tebal dan api sudah besar. Kami berusaha memadamkan dengan alat seadanya, tapi api tidak bisa dikendalikan,” ujarnya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Muratara, Sumedi, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim pemadam kebakaran setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu mendapat informasi, anggota Damkar langsung kami kerahkan ke lokasi. Namun karena jarak cukup jauh dan api cepat membesar, rumah tidak dapat diselamatkan,” katanya.
Kapolsek Karang Dapo, Iptu Khoirul Hambali, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, saat kebakaran terjadi, korban sedang berada di bawah rumah sementara bagian atas dalam keadaan kosong.
“Korban melihat asap sudah banyak, kemudian memberi tahu anaknya dan warga sekitar untuk meminta bantuan memadamkan api,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya bersama warga berjibaku memadamkan api, namun kobaran api yang sudah terlanjur besar membuat rumah tidak bisa diselamatkan. Api baru berhasil dipadamkan sekitar 1,5 jam kemudian.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting arus pendek listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta,” pungkasnya.[LTM]

