RELUNG.ID – Pemerintah Kecamatan Sungai Lilin bergerak cepat menindaklanjuti insiden tongkang bermuatan batubara yang menabrak fender Jembatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (6/5/2026).
Upaya penanganan diawali dengan rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait, kemudian dilanjutkan peninjauan langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi jembatan.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Sungai Lilin, jajaran Polsek Sungai Lilin, Satpolairud, Dinas Perhubungan, pihak operator tongkang PT GSM, serta pemilik muatan batubara PT Madhucon.
Camat Sungai Lilin, Yuliarto mengatakan hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan adanya kerusakan pada bagian fender atau pelindung jembatan akibat benturan tongkang.
“Dari hasil pengecekan, memang terdapat kerusakan pada bagian fender Jembatan Sungai Lilin. Pihak PT GSM dan PT Madhucon menyatakan siap bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.
Menurutnya, langkah cepat tersebut dilakukan agar kondisi jembatan tetap aman digunakan dan tidak mengganggu aktivitas transportasi masyarakat, baik jalur darat maupun perairan.
Sebelumnya, tongkang bermuatan batubara milik PT Madhucon dilaporkan menyenggol fender Jembatan Sungai Lilin sekitar pukul 06.00 WIB saat dalam perjalanan dari wilayah tambang di Dawas menuju Simpang Tungkal.
Informasi awal menyebutkan tongkang sempat bersandar ketika kapal penarik atau tag boat melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM).
Namun, arus sungai yang deras diduga menyebabkan tali tambat terlepas sehingga tongkang hanyut dan menabrak pelindung jembatan.
Benturan tersebut dilaporkan hanya mengenai bagian fender dan tidak merusak struktur utama jembatan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Musi Banyuasin, Yus Farizal sebelumnya memastikan insiden itu belum memengaruhi arus lalu lintas kendaraan maupun aktivitas pelayaran di sekitar lokasi.
“Untuk sementara lalu lintas masih berjalan normal. Kerusakan hanya terjadi pada bagian fender,” katanya.
Sementara itu, Satpolairud Polres Musi Banyuasin masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti insiden tersebut. Kasat Polairud Polres Muba, Suvenfri menyebut pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait.
“Kami masih mengumpulkan data dan mendalami faktor penyebab kejadian, termasuk kondisi teknis kapal dan situasi arus sungai saat itu,” tutupnya. (RDR)

