Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Utang Pemerintah Tembus Rp9.920 Triliun, Menkeu Sebut Masih Aman
Bisnis

Utang Pemerintah Tembus Rp9.920 Triliun, Menkeu Sebut Masih Aman

RiyadiBy Riyadi11/05/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Republik Indonesia melaporkan total utang pemerintah Indonesia mencapai Rp9.920,42 triliun per akhir Maret 2026.

Jumlah tersebut meningkat Rp282,52 triliun dibandingkan posisi pada Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp9.637,9 triliun.

Meski secara nominal mendekati angka psikologis Rp10.000 triliun, rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat berada di level 40,75 persen. Angka itu masih berada di bawah batas maksimal 60 persen terhadap PDB sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

Baca juga :   Menkeu Pastikan Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Terus Dievaluasi

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi utang Indonesia masih tergolong aman jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain.

“Kalau kita lihat acuan yang paling ketat di Eropa, rasio utang ke PDB berapa? 60 persen. Kita masih jauh. Masih aman, masih sekitar 40-an terhadap PDB,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Ia menyebut Indonesia termasuk negara yang berhati-hati dalam mengelola utang dibandingkan negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Jepang.

Baca juga :   Bahas Peluang Negosiasi Tarif Dagang, Menkeu Temui Dubes AS

“Kita termasuk paling hati-hati dibanding negara-negara sekeliling kita, dibanding Amerika juga, dibanding Jepang,” katanya.

Purbaya meminta masyarakat melihat utang negara dari sisi kemampuan membayar dan manfaat ekonominya, bukan hanya dari nominalnya semata.

Ia mengibaratkan utang pemerintah seperti perusahaan yang meminjam dana untuk memperbesar usaha. Menurut dia, ukuran utang harus dilihat berdasarkan kapasitas ekonomi.

Baca juga :   Sempat Turun, Harga Emas Antam Kembali Naik, Berikut Daftar Terbarunya Hari Ini

“Kalau satu perusahaan untungnya cuma Rp1 juta, dia utang Rp1 juta sudah susah. Tapi kalau perusahaan yang untungnya Rp100 juta, utang Rp1 juta tidak apa-apa. Makanya dibagi rasio debt to GDP,” jelasnya.

Ia juga menyoroti masih adanya pandangan negatif terhadap kenaikan utang pemerintah tanpa mempertimbangkan indikator pembanding dengan negara lain.

“Jadi kalau dilihat dari itu, harusnya Anda muji-muji kita. Kenapa Anda lihat dari sisi negatif terus? Lihat sisi komparatif,” ujarnya.

Baca juga :   Harga Emas Antam Melonjak Rp35 Ribu, Segini Harganya Hari Ini

Berdasarkan data DJPPR, mayoritas utang pemerintah berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp8.652,89 triliun atau naik Rp265,66 triliun dibanding akhir 2025.

Sementara itu, utang yang berasal dari pinjaman tercatat sebesar Rp1.267,52 triliun, meningkat Rp16,85 triliun dalam tiga bulan pertama tahun 2026.

Pemerintah memastikan strategi pembiayaan negara tetap dijalankan secara terukur guna menjaga stabilitas fiskal nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.[YKP]

Purbaya Tembus Rp 9.920 Triliun Utang pemerintah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKonflik ART Hera dan Erin Eks Andre Taulany Bergulir, Kuasa Hukum Fokus Dugaan Penganiayaan
Next Article Hercules Ngaku Pernah Ditawari Tinggal di Hambalang oleh Prabowo
Riyadi

Related Posts

Bisnis

Naik Rp15 Ribu, Ini Daftar Terbaru Harga Emas Antam

30/09/20266 Views
Bisnis

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

27/09/202613 Views
Bisnis

Turis Asing Belanja Pakai QRIS Capai Rp6,2 Triliun, 96,7 Persen Merchant UMKM

27/09/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,891 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,764 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,737 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?