RELUNG.ID – Aktor dan aktris Korea Selatan IU serta Byeon Woo Seok secara pribadi menyampaikan permintaan maaf terkait kontroversi yang muncul dalam drama Perfect Crown.
Kontroversi tersebut mencuat setelah penayangan episode ke-11 drama yang tayang pada 15 Mei 2026.
Drama berlatar dunia alternatif di mana Korea modern digambarkan sebagai negara monarki konstitusional itu menuai kritik karena dianggap menampilkan simbol yang menyerupai status negara bawahan Tiongkok.
Dalam episode tersebut, karakter Pangeran Agung Ian yang diperankan Byeon Woo Seok dinobatkan sebagai raja baru. Namun, perhatian publik tertuju pada penggunaan seruan “Cheonse” saat upacara penobatan berlangsung.
Istilah tersebut dinilai bermasalah karena secara historis digunakan oleh negara bawahan, berbeda dengan seruan “Manse” yang menjadi simbol negara merdeka di Korea.
Selain itu, publik juga menyoroti penggunaan mahkota guryumyeonryugwan yang identik dengan tradisi kekaisaran Tiongkok, bukan shipimyeonryugwan yang melambangkan kedaulatan negara independen.
Kontroversi tersebut memicu kritik luas dari penonton Korea Selatan yang menilai drama itu telah merusak simbol dan identitas kedaulatan nasional.
Menanggapi polemik yang berkembang, tim produksi “Perfect Crown” sebelumnya telah merilis permintaan maaf resmi pada 16 Mei 2026.
“Kami menanggapi kritik bahwa kami telah merusak status kedaulatan negara kami dengan sangat serius,” tulis pihak produksi dalam pernyataannya.
Pada 18 Mei 2026, IU dan Byeon Woo Seok juga menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadi mereka.
Keduanya mengaku menyesal atas kontroversi yang terjadi dan meminta maaf kepada para penonton yang merasa tidak nyaman dengan penggambaran dalam drama tersebut.
“Perfect Crown” sendiri merupakan drama romantis fantasi yang menceritakan pernikahan antara Seong Hui Ju, pewaris chaebol yang diperankan IU, dan Pangeran Agung Ian yang diperankan Byeon Woo Seok.
Drama tersebut mengangkat latar dunia alternatif dengan sistem kerajaan modern di Korea Selatan. (LWM)

