RELUNG.ID – Otoritas keselamatan transportasi Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), mengumumkan penarikan kembali (recall) sepeda motor Fly Wing Snake 250 EFI model tahun 2024.
Recall ini akibat masalah pada sistem pengereman yang dinilai berpotensi membahayakan pengendara.
Motor tersebut diproduksi oleh Taizhou Qianxin Vehicle Co. Ltd., perusahaan asal Tiongkok yang memasarkan berbagai jenis sepeda motor dan skuter di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat.
Berdasarkan dokumen recall yang diterbitkan NHTSA, kampas rem pada Fly Wing Snake 250 EFI diduga tidak mampu memberikan performa pengereman optimal saat kondisi jalan basah. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan karena motor mungkin gagal berhenti dengan aman sebagaimana mestinya.
Dalam penjelasannya, NHTSA menyebut bahwa Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal di AS mengharuskan performa perlambatan rem pada kondisi basah mencapai minimal 60 persen dari hasil pengujian pengereman di kondisi kering.
Namun, hasil pengujian Fly Wing Snake 250 hanya mencatat angka 29,26 persen, jauh di bawah ambang batas yang ditentukan.
Pabrikan menyatakan masalah tersebut berasal dari kampas rem yang tidak memenuhi standar. Meski demikian, perusahaan tidak menjelaskan secara rinci penyebab teknisnya, apakah terkait material kampas rem, ukuran komponen, atau faktor lainnya.
Sebanyak 216 unit terdampak dalam penarikan kembali ini. Seluruh unit diproduksi antara 1 Februari 2024 hingga 30 Agustus 2024 dan telah dipasarkan di Amerika Serikat.
Taizhou Qianxin Vehicle Co. Ltd. dijadwalkan mulai mengirim pemberitahuan resmi kepada para pemilik kendaraan pada periode 1–15 Juni 2026. Pemilik akan diminta membawa sepeda motor mereka ke dealer resmi Fly Wing terdekat untuk dilakukan penggantian kampas rem tanpa biaya.
Perusahaan menyatakan bahwa kampas rem pengganti telah melalui pengujian ulang dan dinyatakan memenuhi standar keselamatan yang berlaku di Amerika Serikat. (LWM)

